Home > Teknologi > Games > Microtransaction GTA Online Raup 6,5 Triliun Rupiah

Microtransaction GTA Online Raup 6,5 Triliun Rupiah

New York – Banyak developer dan publisher video game yang berusaha menyuntikkan sistem microtansactions ke dalam game meskipun game tersebut sudah berstatus game berbayar. Hal ini menjadi masuk akal ketika melihat apa yang terjadi di lapangan cukup menjelaskan motivasi di baliknya. Uang yang mengalir lebih kencang daripada keluhan gamer di dunia maya. Beberapa publisher raksasa pun mendulang keuntungan yang besar, sebut saja EA dengan Fifa, dan Take Two melalui game open world terbaik saat ini, Grand Theft Auto V.

Microtransaction GTA Online Raup 6.5 Triliun Rupiah

Menurut laporan Gamespot, Rabu (13/4/2016), Mantan presiden Rockstar North, Leslie Benzies, melayangkan gugatan hukum kepada Take Two Interactive dengan tuntutan sebesar USD 150 juta atau sekitar 2 triliun Rupiah. Di dalam tuntutan tersebut tertulis bahwa Take Two berhasil meraup sekitar USD 500 juta atau sekitar 6,5 triliun Rupiah dari sistem microtransactions GTA Online.

GTA Online juga berpotensi meraih keuntungan terbesar sepanjang sejarah franchise GTA, mengingat profit margin yang dihasilkan mencapai 100%. Bahkan, microtransaction yang ada pada game eksklusif Xbox One, yaitu Halo 5, hanya meraup USD 1,5 juta atau sekitar 20 miliar Rupiah. Angka tersebut cukup jauh jika dibanding dengan apa yang telah diperoleh oleh GTA V.

Mungkin keuntungan yang sangat besar dari sistem microtransaction pada multiplayer, membuat Rockstar tidak mengembangkan DLC single player untuk GTA V. (Rini Masriyah – harianindo.com)

x

Check Also

4 Manfaat Positif Bermain Video Game Bagi Anak

4 Manfaat Positif Bermain Video Game Bagi Anak

Jakarta – Tidak sedikit dari orangtua yang mencemaskan kebiasaan anak mereka yang terlalu sering bermain ...