Home > Ragam Berita > Internasional > Snapchat Dituding Sebagai Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas

Snapchat Dituding Sebagai Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas

California – Aplikasi image messaging populer, Snapchat, dituding sebagi penyebab kecelakaan lalu lintas di Amerika Serikat. Seorang pengemudi Uber di Georgia, Amerika Serikat, mengatakan ia mengalami kecelakaan yang merupakan akibat penggunaan fitur pada aplikasi tersebut. Pengemudi Uber yang bernama Wntworth Maynard, menuntut tanggung jawab dari pengguna Snapchat yang menabraknya dan juga dari Snapchat.

Snapchat Dituding Sebagai Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas

Menurut laporan CultofMac, Kamis (28/4/2016), Kecelakaan yang menimpa Maynard berawal dari aksi pengguna Snapchat, Christal McGee, yang sedang mengambil foto dengan dengan filter miles-per-hour. Filter ini menampilkan kecepatan pengguna saat foto diambil. McGee disebut sedang berusaha mengambil foto pada kecepatan 100 mph saat mobilnya menabrak mobil Maynard.

Maynard mengalami trauma di otak dan membutuhkan perawatan rutin seumur hidupnya akibat dari kecelakaan. Maynard meminta ganti rugi kepada McGee dan Snapchat atas biaya pengobatan dan juga perawatan yang harus dia jalani.

McGee juga dikabarkan masih sempat menayangkan foto dirinya setelah kecelakaan di Snapchat miliknya, dengan komentar “lucky to be alive”. Hal tersebut membuat korban menjadi semakin tidak terima atas kejadian tersebut. (Rini Masriyah – harianindo.com)

x

Check Also

Hari Ini Taiwan Akan Tentukan Nasib Pernikahan Kaum LGBT

Hari Ini Taiwan Akan Tentukan Nasib Pernikahan Kaum LGBT

Taiwan – Pengadilan Taiwan hari ini, Rabu (24/5/2017) akan mengadakan sidang dan memutuskan apakah akan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis