Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Sariawan? Atasi dengan Kunyit

Sariawan? Atasi dengan Kunyit

Jakarta – Mengalami sariawan merupakan pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Ketika mengalaminya, kita pasti akan malas makan karena mulut sakit untuk dipakai mengunyah makanan. Karenanya sariawan bisa menyebabkan penyakit pencernaan terjadi karena malas mengunyah makanan.

Sariawan? Atasi dengan Kunyit

Sariawan biasanya sembuh dalam beberapa hari, namun untuk mempercepat penyembuhannya Anda bisa mencoba beberapa bahan alami. Salah satu bahan alami yang dipercaya bisa mempercepat penyembuhan sariawan adalah kunyit.

Seperti dilansir dari vemale.com (Sabtu, 30/4/2016), kunyit sangat ampuh dalam mempercepat penyembuhan penyakit mulut ini Ladies. Kunyit memiliki kandungan antiseptik yang bisa membasmi bakteri yang menyebabkan sariawan.

Caranyayaitu dengan menyiapkan saja kunyit dan juga air hangat. Haluskan kunyit dan aduk dengan sedikit air hangat hingga menjadi pasta. Setelah itu oleskan pada bagian mulut yang terkena sariawan.

Beberapa penyebab dari sariawan antara lain kebersihan mulut yang buruk, luka pada mulut, kekurangan vitamin c, dan kondisi tubuh yang kurang fit. Sebisa mungkin jaga asupan vitamin c untuk tubuh agar sariawan tak sampai muncul dan mengganggu aktivitas. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan lain serta makanan yang mengandung asam folat, zat besi dan vitamin B12 agar sariawan tak muncul. Semoga informasi ini bermanfaat. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Lima Langkah Mencegah Kanker Serviks

Lima Langkah Mencegah Kanker Serviks

Jakarta – Menurut data tahun 2012, sebanyak 26 orang wanita di Indonesia meninggal karena kanker ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis