Home > Ragam Berita > Nasional > Mamah Dedeh Mengaku Pernah Menerima Rp 30 Juta Untuk Sekali Ceramah

Mamah Dedeh Mengaku Pernah Menerima Rp 30 Juta Untuk Sekali Ceramah

Jakarta – Sebagai pendakwah yang sering tampil di layar kaca, sebenarnya wajar saja jika memiliki tarif mahal untuk diundang memberi ceramah. Status dai kondang memang memang berbanding lurus dengan besarnya pendapatan, meski begitu masih banyak yang menganggap bahwa tidak sepantasnya seorang pendakwah mematok tarif selangit untuk berceramah.

Mamah Dedeh Mengaku Pernah Menerima Rp 30 Juta Untuk Sekali Ceramah

Berdasar pengamatan tim Harian Indo, Kamis (5/5/2016), di tahun 2013 silam Dede Rosidah atau lebih dikenal dengan Mama Dedeh sempat menjadi sorotan setelah seorang netizen mengungkap tarifnya untuk tampil.

Ialah akun Twitter @jajang_jahroni yang mengungkap tarif ceramah Mama Dedeh. Ustadzah yang langganan tampil di Indosiar itu disebut-sebut mematok tarif hingga Rp. 40 juta untuk sekali ceramah.

Menanggapi kabar tersebut, Mama Dedeh mencoba memberikan penjelasan. Ia mengaku bahwa pekerjaannya sebagai pendakwah sempat dijadikan ajang bisnis oleh oknum tak bertanggung-jawab.

“Saya pernah tanda tangan kontrak Rp. 80 juta, tapi yang saya terima cuma Rp. 30 juta. Pernah juga tanda tangan Rp. 25 juta, tapi dikasih cuma Rp. 1 juta. Padahal saya juga tahu pendapatan mereka dari tiket saja sudah sangat besar,” jelas Mama Dedeh. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Gerakan Dakwah HTI Membawa Konsep Khilafah

Gerakan Dakwah HTI Membawa Konsep Khilafah

Jakarta – Rencana pemerintah dalam membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI dinilai tidak terlalu ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis