Home > Ragam Berita > Nasional > Terkait Penggusuran, Tantowi Yahya : “TNI Tidak Boleh Berhadapan Dengan Rakyat”

Terkait Penggusuran, Tantowi Yahya : “TNI Tidak Boleh Berhadapan Dengan Rakyat”

Jakarta – Belakangan ini aktivitas penggusuran warga yang dilakuka Pemprov DKI Jakarta makin sering melibatkan aparat TNI dan Polri. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya menegaskan bahwa seharusnya TNI tidak boleh terlibat dalam aktivitas penggusuran warga. Ia mengacu pada 14 tugas operasi militer selain perang yang dimiliki TNI.

Terkait Penggusuran, Tantowi Yahya : "TNI Tidak Boleh Berhadapan Dengan Rakyat"

Berdasar informasi yang dihimpun tim Harian Indo, Senin (9/5/2016), Tantowi beranggapan bahwa TNI dan Polisi seharusnya bertugas menjaga kedaulatan negara dan mengayomi rakyat, bukannya ikut serta dalam aksi penggusuran warga.

“TNI dan polisi bisa diperbantukan dalam hal pencegahan bencana, pengelolaan pasca bencana, dan tugas lain misal pertanian. Dari 14 tugas operasi itu, tidak ada satu pun penggusuran,”ujar Tantowi ketika hadir menemui warga Pasar Ikan, Minggu (8/5) kemarin.

“Polisi itu tugasnya mengayomi rakyat, TNI menjaga kedaulatan negara,” tambah Tantowi.

Politisi dari Partai Golkar itu menambahkan bahwa Komisi I DPR RI ikut menyoroti keterlibatan TNI dan polisi dalam proses penggusuran permukiman warga. Selanjutnya Tantowi mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk membahas masalah ini.

“TNI tidak boleh berhadapan dengan rakyat,” pungkas Tantowi. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Sandi Tegaskan Bakal Olah Sampah di Sunter sebagai Pembangkit Listrik

Sandi Tegaskan Bakal Olah Sampah di Sunter sebagai Pembangkit Listrik

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun pembangkit listrik bertenaga sampah di Sunter, ...