Home > Ragam Berita > Nasional > Ahok Pernah Dikritik Sumbangannya Buat Gereja Tak Sebesar Untuk Masjid

Ahok Pernah Dikritik Sumbangannya Buat Gereja Tak Sebesar Untuk Masjid

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meletakkan batu pertama pembangunan Gedung GPIB Jemaat Petra yang bertempat di Jalan Jampea, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu (8/5/2016).

Ahok Pernah Dikritik Sumbangannya Buat Gereja Tak Sebesar Untuk Masjid

Bangunan gereja lima lantai tersebut bernilai Rp 18 miliar.

Dalam kesempatan itu, Ahok juga menceritakan pengalamannya terkait pembangunan rumah ibadah saat ia masih menjadi anggota DPRD Belitung Timur. DPRD Belitung Timur pada saat itu dikuasai Partai Bulan Bintang (PBB). Ahok yang berasal dari kelompok minoritas pun merasa tidak mungkin punya kesempatan dipilih oleh anggota DPRD untuk menjadi bupati.

Ahok bercerita bahwa ada sebuah masjid rusak di dekat rumahnya. Setiap Ahok pergi ke kantor, dia selalu melihat masjid tersebut. Kebetulan dia mengenal pengurus masjid dan warga sekitar.

Pengurus masjid ketika itu pun bercerita kepada Ahok. Mereka merasa telah ditipu oleh politisi, soalnya mereka sudah pernah dijanjikan akan dibuatkan masjid pada masa kampanye. Namun, sampai saat itu masjid tersebut tidak diperbaiki.

Ahok pun memberi solusi dengan mengajarkan konsep pembiayaan di gereja. Kata Ahok, semua jemaah masjid harus menyumbang untuk membangun masjid itu.

“Saya bilang saya ikut urunan juga. Jadi yang sumbang paling besar di sini berapa, saya ikut sumbang sebesar itu. Saya sumbang Rp 2 juta per bulan akhirnya,” ujar Ahok.

Tindakan Ahok yang membantu pembangunan masjid itu justru mendapat kritikan keras dari kerabatnya. Alasannya, sumbangan Ahok untuk gereja tidak sebesar untuk masjid.

“Wah kurang ajar nih orang. Saya bilang saya bantu karena saya lewati terus, saya mau selesaikan ini masjid. Wah dia ngoceh macam-macam,” ujar Ahok.

Tanpa disangka-sangka, pembangunan masjid tersebut justru menjadi salah satu hal yang membantu Ahok saat pemilihan bupati. Saat Ahok mencalonkan diri sebagai bupati, pemilihan dilakukan secara langsung, bukan lagi melalui DPRD. Warga yang pernah dibantu Ahok tidak lupa. Dukungan mereka membuat Ahok menang. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Djarot Menyebut Masih Ada Ormas Anti Pancasila Selain HTI

Djarot Menyebut Masih Ada Ormas Anti Pancasila Selain HTI

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah ...