Home > Hiburan > Musik > Project Pop Mengaku Tak Miliki Idealisme Dalam Bermusik

Project Pop Mengaku Tak Miliki Idealisme Dalam Bermusik

Jakarta – Idealisme dalam menghasilkan karya musik biasanya dianggap sebagai cara musisi untuk dapat bertahan di belantara musik Tanah Air. Namun tak demikian dengan Project Pop.

Project Pop Mengaku Tak Miliki Idealisme Dalam Bermusik

Grup vokal yang kental dengan nuansa parodi dan komedinya itu justru mengungkapkan mereka berjalan tanpa mengusung idealisme. Buat Project Pop, apa yang sedang populer, itulah yang akan mereka ikuti.

“Itu hubungannya sama nama kami sendiri ya. Project Pop itu adalah proyek untuk mengerjakan musik-musik yang populer. Tiap ada tren baru keluar, ya itu pasti ikut. Jadinya bisa laku terus, bisa dilihat terus,” ujar Udjo seraya tertawa saat ditemui di Kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016).

“Karena memang kan kami nggak punya idealisme. Jadinya nggak mau rugi,” sambungnya lagi disambut tawa Yosie, Tika, Oon, Odie dan Gugum.

Pada 20 Mei mendatang, Project Pop untuk pertama kalinya menggelar konser mini untuk menyambut ulang tahunnya yang ke-20. Konser tersebut berlangsung di The Soehanna Hall Energy Building, SCBD, Jakarta.

Didirikan pada 1996, grup pelantun hits ‘Gara-gara Kahitna’ itu merayakan ulang tahun ke-20 pada 17 Juni mendatang. Sepanjang karier, Project Pop telah merilis sembilan full album. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Yura Yunita Gandeng Reza Rahadian Untuk Bintangi Video Klip Terbarunya

Yura Yunita Gandeng Reza Rahadian Untuk Bintangi Video Klip Terbarunya

Jakarta – Dalam video klip lagu yang berjudul Intuisi, Penyanyi Yura Yunita akan menggandeng aktor ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis