Home > Ragam Berita > Nasional > Dewan Pakar ICMI Nilai Luhut Bela Oknum Penyebar Atribut PKI

Dewan Pakar ICMI Nilai Luhut Bela Oknum Penyebar Atribut PKI

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan dinilai membela oknum penjual kaus lambang Partai Komunis Indonesia (PKI). Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat Anton Tabah Digdoyo pun mempertanyakan sikap tersebut.

Dewan Pakar ICMI Nilai Luhut Bela Oknum Penyebar Atribut PKI

Menurut Anton, sebagai seorang purnawirawan, Luhut seharusnya memahami sepak terjang PKI. Yakni, atheis dan memaksakan kehendak dengan bengis.
”Pemberontakan PKI 48 membuat ribuan santri, kiai dan ulama yang disembelih. PKI kalah dan diampuni. Pemberontakan PKI 65, jendral-jendral dibunuh juga dengan bengis. PKI kalah lagi. Ini bangsa Indonesia tanpa ampun,”kata Anton kepaa media pada Rabu (11/5/2016).

Selain itu, Pensiunan jenderal sekaligus wakil ketua Komisi Hukum MUI Pusat tersebut menjelaskan, pelaku peristiwa pemberontakan 65 adalah PKI. Namun, pemerintah selalu mengampuni PKI sejak 1948. ”Ketetapan negara sudah jelas dan tegas. Tap MPRS XXV/1966 dengan fakta bukti saksi yang terang benderang,” paparnya.

Selain itu, ketua Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama tersebut menjelaskan, pemberontakan PKI selalu gagal. Namun, pernyataan Luhut terkesan memberikan ruang terhadap geliat PKI. Pemerintah pun tampaknya sepertinya ragu terhadap PKI. Sebab, saat ini, ada wacana pemerintah bakal meminta maaf kepada PKI dan keluarga.

”Jika tiap menghadapi masalah bilang negara ada di tengah bagaimana dengan tuntutan masyarakat agar naskah Pancasila kembali ke naskah asli Piagam Jakarta. Kenapa negara bisa mengatakan Pancasila sudah final. Tapi terhadap PKI tidak bisa,” jelasnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Dihadang Ratusan Jemaat, Eksekusi Pengurus Gereja di Surabaya Batal

Dihadang Ratusan Jemaat, Eksekusi Pengurus Gereja di Surabaya Batal

Surabaya – Pembacaan eksekusi terhadap pengurus Gereja Bethany Surabaya oleh panitera Pengadilan Negeri Surabaya pada ...