Home > Gaya Hidup > Tips > 7 Alasan Wanita Hindari Pernikahan

7 Alasan Wanita Hindari Pernikahan

Jakarta – Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa para wanita muda memutuskan untuk menunda pernikahan untuk beberapa alasan. Kebanyakan dari mereka justru wanita yang terbilang cerdas.

7 Alasan Wanita Hindari Pernikahan

Lalu apa sajakah alasan para wanita untuk menunda pernikahan? Berikut pembahasannya seperti dilansir dari metrotvnews.com (Jumat, 13/5/2016):

1. Belajar

Banyak wanita ingin mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi sebelum menikah. Ini adalah alasan tertinggi untuk menghindari pernikahan.

2. Fokus karier

Banyaknya wanita yang mulai menemparkan karier pada posisi pertama membuat mereka tak ingin menikah sebelum mendapatkan posisi yang diinginkan.

3. Belajar masak

Alasan ini memang terdengar aneh. Namun di India, para wanita ini ingin bisa memasak dulu sebelum menikah.

4. Masih teringat mantan kekasih

Rasa sayang yang masih tersisa pada mantan kekasih membuat wanita ragu untuk menikah.

5. Ingin mapan

Ide yang sensitif sekaligus cerdas ini nyatanya memang menjadi salah satu alasan kuat seorang wanita menunda pernikahan.

6. Menunggu saudara yang lebih tua menikah

Tren satu ini masih berlaku hingga kini.

7. Belum bertemu dengan orang yang terpat

Bagi mereka yang percaya dengan konsep pemikiran di mana menikah harus dengan orang yang tepat. Ini adalah alasan klasik yang sering dilontarkan. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Beberapa Nutrisi yang Sangat Diperlukan Ibu Hamil

Inilah Beberapa Nutrisi yang Sangat Diperlukan Ibu Hamil

Jakarta – Hamil adalah momen yang paling ditunggu setiap calon ibu. Maka tidak heran saat ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis