Home > Ragam Berita > Internasional > Jokowi Mengaku Kagum Dengan Etos Kerja Masyarakat Korea Selatan

Jokowi Mengaku Kagum Dengan Etos Kerja Masyarakat Korea Selatan

Seoul – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawakan pidato kepada 450 pengusaha Korea Selatan dalam Morning Tea ketika mengunjungi Negeri Ginseng tersebut.

Jokowi Mengaku Kagum Dengan Etos Kerja Masyarakat Korea Selatan

Jokowi pun mengaku sebagai penggemar dari etos kerja masyarakat Korea Selatan.

“Saya telah 20 tahun jadi pengusaha mebel. Suatu waktu saya pekerjakan manajer asal Korea Selatan dan penghasilan saya naik 2 kali lipat,” tutur Jokowi di Seoul, Korea Selatan, Senin (16/5/2016).

Tidak berhenti sampai disitu, putri Jokowi yang bernama Kahiyang Ayu, juga salah satu fans Korean Pop (K-pop). Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menceritakan, putrinya adalah salah satu penggemar artis SHINee. Bahkan, dia pernah menemani buah hatinya menonton konser K-pop.

“‎Ini saya dan anak saya bersama Min Ho. Anda sudah punya dua fans di Indonesia,” tegas Jokowi.

Jokowi juga menjelaskan terkait reformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang masif di Indonesia. Hal tersebut juga akan ditunjang oleh 12 paket ekonomi serta pemangkasan izin investasi dan usaha.

“Anda bisa cek di media-media. Tanya langsung ke dubes Anda yang di Indonesia. Saya yakinkan Anda bahwa kami akan terus melakukan reformasi ekonomi, mempermudah investasi, dan keterbukaan‎,” tandasnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Raja Salman Kirimkan 250 Ton Kurma Untuk Indonesia

Raja Salman Kirimkan 250 Ton Kurma Untuk Indonesia

Riyadh – Orang nomor satu di Arab Saudi, Raja Salman, dikabarkan memberikan 250 ton kurma ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis