Home > Ragam Berita > Nasional > Berita Terkini : Sidang Tabloid Obor Rakyat Bergulir, Jokowi Diminta Hadir

Berita Terkini : Sidang Tabloid Obor Rakyat Bergulir, Jokowi Diminta Hadir

Jakarta – Pimpinan Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setyardi Budiono mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut datang dalam sidang perdana pada Rabu (18/5/2016) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Presiden diminta datang selaku pihak pelapor.

Berita Terkini : Sidang Tabloid Obor Rakyat Bergulir, Jokowi Diminta Hadir

”Karena ini pelapor Pak Jokowi semoga beliau berkenan silaturahmi hadir di sini,” tantang Setyardi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (17/5/2016).

Menurut dia, tim redaksi Obor Rakyat adalah pekerja profesional di bidangnya. Sebab, mereka telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik. ”Kami secara profesional adalah wartawan. Kami sama-sama di Majalah Tempo dan beberapa media lainnya,” ujarnya.

Terkait dengan masalah yang menyangkutkan nama Obor Rakyat, pihaknya pun menegaskan sudah memakai kaidah jurnalistik. Jika narasumber tidak menerima hasil liputan, mereka dapat mengajukan hak jawab.

”Iya yang dilakukan kan hak jawab seharusnya, bukan salah liputan langsung digugat. Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik, kalau ada yang keliru ya gunakan hak jawab. Kalau semua kasus dibawa ke ranah hukum, saya rasa setiap hari ada wartawan yang dituntut,” tegasnya.

Nah, kali ini, sidang pertama pencemaran nama baik yang dilakukan Tabloid Obor Rakyat bakal memasuki sidang perdana hari ini. Akhirnya, sidang perkara tersebut tersebut dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Agendanya adalah dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) kepada dua terdakwa. Mereka adalah Setyardi Budiono dan Darmawan Sepriosa.

Sebenranya, sidang bakal dilaksanakan pukul 10.00. Namun, ditunda hingga pukul 13.00.

Sebagaiamana diberitakan, Pemimpin Redaksi Setyardi Budiono dan Darmawan Sepriyosa selaku penulis ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, keduanya dinilai menyalahi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Obor rakyat ditengarai telah memberitakan fitnah terhadap Presiden Jokowi selama masa kampanye.

Selain itu, tabloid tersebut telah menyudutkan dan memfitnah Jokowi secara keji. Mereka menyatakan bahwa presiden adalah merupakan warga keturunan. Karena itu, dua tersangka dijerat pasal 310 dan pasal 311, pasal 156, dan pasal 157 KUHP. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Alasan Djarot Tidak Mau Berikan Gaji kepada Staf Ahli DPRD DKI

Inilah Alasan Djarot Tidak Mau Berikan Gaji kepada Staf Ahli DPRD DKI

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menolak membiayai gaji tenaga ahli anggota Dewan ...