Home > Ragam Berita > Nasional > Sah, Setya Novanto Ketua Umum Golkar 2016-2019

Sah, Setya Novanto Ketua Umum Golkar 2016-2019

Jakarta – Setya Novanto kini telah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2016-2019. Terpilihnya Setya Novanto tak terlepas dari langkah yang diambil Ade Komarudin dengan menerima saran dari Syahrul Yasin Limpo untuk tidak melanjutkan pemilihan ketua umum putaran dua, karena proses pemilihan dinilai sudah berlangsung demokratis.

Sah, Setya Novanto Ketua Umum Golkar 2016-2019

Berdasar informasi yang dihimpun tim Harian Indo, Rabu (18/5/2016), sebelumnya hasil penghitungan suara dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dalam Munaslub yang dihelat di Nusa Dua, Bali, sejak Sabtu (14/5) lalu menunjukkan keunggulan Setya Novanto dari kompetitor terkuat Ade Komarudin.

Ade Komarudin atau yang akrab disapa Akom memperoleh 173 suara, sementara Setya Novanto unggul dengan memperoleh 277 suara. Sebenarnya dengan raihan suara lebih dari 30 persen, Akom berhak maju dalam pemilihan putaran kedua, namun ia akhirnya memutuskan mundur karena menilai proses pemilihan sudah cukup demokratis untuk kemenangan Setya Novanto.

Banyak pihak yang mengkritisi terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2016-2019. Apalagi belum lama ini Setya Novanto sempat terganjal kasus ‘Papa Minta Saham’, yang membuatnya mundur dari jabatan Ketua DPR RI. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Sambut Kedatangan Habib Rizieq, FPI Tutup Semua Jalan Menuju Terminal

Sambut Kedatangan Habib Rizieq, FPI Tutup Semua Jalan Menuju Terminal

Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam dikabarkan akan segera kembali ke Indonesia. Akun Twitter ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis