Home > Ragam Berita > Nasional > Panglima TNI Ingatkan Ancaman Asing Yang Ingin Menguasai Indonesia

Panglima TNI Ingatkan Ancaman Asing Yang Ingin Menguasai Indonesia

Pontianak – Ancaman asing yang ingin menguasai Indonesia tampaknya diikrarkan oleh sang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo diaman menyatakan jika saat ini perang tanpa bentuk atau biasa disebut proxy war sudah mengancam Indonesia.

Panglima TNI Ingatkan Ancaman Asing Yang Ingin Menguasai Indonesia

Seperti saat berbicara dengan para hadirin di DIes Natalis ke 57 Untan Pontianak, Kamis (19/5/2016), Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa perang tanpa bentuk ini sudah mengancam Indonesia karena banyak negara luar yang berlomba ngin untuk menguasai Indonesia yang memang kaya akan sumber daya alamnya.

Gatot mengungkapkan bahwa prxoy war in itak bisa dilihat siapakah kawan dan siapa lawan, namn perang ini akan dikendalikan oleh negara lain. Gatot pun menegaskan bahwa ada beberapa cara untuk mengatasi hal itu, yakni modal NKRI yang manam memiliki geografi daratan dan lautan yang kaya akan SDA bisa dikelola dengan baik dan juga bermanfaat.

Gatot pun ingin mengutip pernyataan dari mantan Presiden Soekarno dimana kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri beberapa negara di dunia, sehingga jika saat ini kita tak berhati-hati maka tunggu ancamannya, dan kita perlu bersatu untuk mencegah perang. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Bawa Bendera Save Palestina, Ibu-ibu Penolak Ahok Larang Pewarta Mengambil Foto

Bawa Bendera Save Palestina, Ibu-ibu Penolak Ahok Larang Pewarta Mengambil Foto

Jakarta – Sekelompok massa kontra Ahok terpaksa haraus berjalan memutar ke titik kumpul, bagian selatan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis