Home > Ragam Berita > Nasional > Kwik Kian Gie Sindir Mental Pemimpin Indonesia Yang Ingin Mengabdi Pada Pemodal Asing

Kwik Kian Gie Sindir Mental Pemimpin Indonesia Yang Ingin Mengabdi Pada Pemodal Asing

Jakarta – Mantan Menko Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (EKUIN) pada era Presiden Megawati, Kwik Kian Gie, menghadiri diskusi terkait arah kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan UUD 1945 di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pada Selasa (18/05/2016).

Kwik Kian Gie Sindir Mental Pemimpin Indonesia Yang Ingin Mengabdi Pada Pemodal Asing

Kwik pun banyak bercerita tentang kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil ketika dirinya menjadi Menko EKUIN dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapennas. Termasuk bercerita tentang habisnya kontrak pengelolaan Blok Cepu oleh Exxon Mobil hingga diperpanjang kembali.

Menurut sang mantan menteri, ketika dirinya menempuh pendidikan di Belanda dan menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda, diketahui bila mahasiswa Indonesia saat itu sudah ada hampir di semua negara di dunia. Dengan data itu, kata Kwik, sangat mudah bagi bangsa Indonesia untuk mengelola Blok Cepu. Apalagi, dari sisi pendanaan juga tidak ada masalah, sebab sudah ada empat bank dalam negeri yang siap membiayai.

“Karena para pemimpin tak punya kemerdekaan. Mentalnya ingin mengabdi pada pemodal asing. Kenapa seperti itu, karena memang dirancang seperti itu oleh Amerika Serikat,” ungkap Kwik terkait mengapa Blok Cepu bisa lepas kendali meski kontraknya habis pada 2010.

Kwik juga merasa heran, dalam perdebatan-perdebatan yang terjadi soal pengambil alihan Blok Cepu dan soal-soal lain, justru yang mengetakan bila bangsa Indonesia belum mampu untuk mengoperasikan sendiri justru orang Indonesia sendiri. “Yang membela bahwa kita tidak mampu, itu orang Indonesia semua,” katanya heran.

Padahal, dalam kasus pengelolaan Blok Cepu tersebut, Kwik hanya ingin mengganti kepemilikan saja. Toh, teknis operasional sebenarnya tambang minyak itu sudah dioperasikan oleh tenaga-tenaga Indonesia sendiri. Sementara jajaran direksi bisa saja tetap dipertahankan dengan gaji tetap dan bahkan ditambahi yang kemungkinan mereka pasti tidak menolak. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Seusai Diperiksa, Habib Rizieq Naik ke Mobil Komando

Seusai Diperiksa, Habib Rizieq Naik ke Mobil Komando

Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab langsung menuju ke mobil ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis