Home > Ragam Berita > Nasional > Bripka Seladi, Polisi Sederhana Yang Sampingannya Menjadi Seorang Pemulung

Bripka Seladi, Polisi Sederhana Yang Sampingannya Menjadi Seorang Pemulung

Malang – Bripka Seladi mungkin dapat menjadi salah satu sosok polisi yang bisa dijadikan panutan. Dari sekian banyak aksi kurang terpuji tentang polisi yang terlanjur tertanam di benak masyarakat Indonesia, kehadiran polisi jujur seperti Bripka Seladi mungkin dapat mencerahkan Anda, bahwa masih ada yang namanya polisi jujur.

Bripka Seladi, Polisi Sederhana Yang Sampingannya Menjadi Seorang Pemulung

Berdasar informasi yang dihimpun tim Harian Indo, Jumat (20/5/2016), Bripka Seladi merupakan seorang polisi yang bertugas sejak tahun 2006 di Satuan Lalu Lintas Polresta Malang. Pria sederhana ini kini telah berusia 58 tahun dan ternyata memiliki profesi sampingan yang cukup mengejutkan, yakni sebagai seorang pemulung yang sehari-hari mengumpulkan sampah.

Bripka Seladi, Polisi Sederhana Yang Sampingannya Menjadi Seorang Pemulung

Bripka Seladi memang sosok yang sangat sederhana. Ketika menjalani profesi sampingan sebagai pemulung, ia ditemani oleh sang anak Rizaldy Wicaksono.

Bripka Seladi lebih memilih menjadi seorang pemulung, daripada menerima suap ataupun korupsi saat dirinya bertugas sebagai Polantas atau mengawasi ujian pengajuan SIM A di Kota Malang. Salut deh untuk Bripka Seladi, semoga saja makin banyak polisi jujur seperti bapak. (Rani Soraya – harianindo.com)

x

Check Also

Rizieq Minta Dimediasi, Megawati Ketawa

Rizieq Minta Dimediasi, Megawati Ketawa

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menangggapi santai soal tudingan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis