Home > Ragam Berita > Nasional > Fahri Hamzah Klaim Dirinya Bisa Hapus Korupsi Dalam Setahun Jika Jadi Presiden

Fahri Hamzah Klaim Dirinya Bisa Hapus Korupsi Dalam Setahun Jika Jadi Presiden

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, tampaknya sangat yakin jika dirinya kana mampu menghapus korupsi di Indonesia andaikata dia dipilih menjadi presiden. Memang Lelaki lulusan Universitas Indonesia ini dikenal degan sosok yang cukup percaya diri dan ceplas-ceplos dalam mengutarakan opininya.

Fahri Hamzah Klaim Dirinya Bisa Hapus Korupsi Dalam Setahun Jika Jadi Presiden

Seperti saat berbicara di hadapan para mahasiswa FISIP Univrsitas Andalas, Sabtu (21/5/2016), Fahri Hamzah mengatakan jika dirinya menjadi presiden maka dalam swaktu setahun korupsi akan hilang. Fahri menambahkan bahwa beberapa orang pasti akan bingung bagaimana caranya padahal 13 tahun saja korupsi susah hilang.

Fahri menuturkan bahwa memang terdapat ilmu mengenai hal itu, namun diirnya harus menjadi presiden dulu baru setelah itu akan dikasih tahuj ilmunya. Fahri pun menambahkan bahwa menjadi presiden merupakan salah satu bahan candaan saja karena dirinya berbicara di hadapan para generasi muda dan dirinya menawarkan beberapa pikiran baru kepada para generasi baru.

Fahri Hamzah mengungkapan bahwa dirinya membayangkan jika generasi baru ini memiliki mindset yang baru dan juga harus dipimpin oleh seseorang yang memiliki mindset baru. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Tujuh Saksi Ahli Ini Akan Dihadirkan Pada Persidangan Ahok

Tujuh Saksi Ahli Ini Akan Dihadirkan Pada Persidangan Ahok

Jakarta – Tujuh orang saksi ahli akan dihadirkan pada sidang kasus dugaan penistaan agama dengan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis