Home > Ragam Berita > Internasional > Kunjungi Jepang, Obama Tegaskan Tidak Akan Minta Maaf mengenai Bom Atom saat Perang Dunia

Kunjungi Jepang, Obama Tegaskan Tidak Akan Minta Maaf mengenai Bom Atom saat Perang Dunia

Tokyo – Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyambangi Jepang. Kunjungan tersebut dilakukan terkait dengan KTT G7. Selain itu, Obama secara tegas tidak akan meminta maaf soal bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.

Kunjungi Jepang, Obama Tegaskan Tidak Akan Minta Maaf mengenai Bom Atom saat Perang Dunia

Obama mengungkapkan pernyataan tersebut saat diwawancarai NHK pada Minggu (22/5/2016). ”Tidak (akan meminta maaf). Sebab, saya pikir penting diingat bahwa di masa perang, para pemimpin memang harus membuat keputusan seperti itu,” ujarnya.

”Ini adalah tugas para sejarawan untuk mempertanyakan dan meneliti masalah ini, tetapi saya yang sudah menjadi presiden selama 7,5 tahun paham bahwa para pemimpin membuat keputusan sulit khususnya di saat perang,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, pada 6 Agustus 1945, Amerika Serikat meledakkan bom atom pertama di kota Hiroshima. Akibatnya, 140 ribu nyawa melayang. Kejadian serupa terulang di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut membikin 74 ribu orang tewas.

Peristiwa ini menjadi penyebab berakhirnya Perang Dunia II dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu.

Di sela-sela kunjungan Presiden Barack Obama menghadiri KTT G7 di Jepang, Obama direncanakan akan berkunjung juga ke kota Hiroshima.

”Tujuan saya bukan hanya sekadar mengenang masa lalu tetapi untuk memastikan bahwa orang tak berdosa yang tewas dalam perang, di kedua sisi, bahwa kita sudah melakukan apa pun untuk menciptakan perdamaian di dunia dan memperjuangkan dunia tanpa senjata nuklir,” tutupnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Usai Bertemu Putin di Jerman, Donald Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Usai Bertemu Putin di Jerman, Donald Trump Hentikan Program Rahasia CIA di Suriah

Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kabarnya telah menghentikan program rahasia Badan Intelijen Pusat ...