Home > Ragam Berita > Nasional > Kejaksaan Belum Merilis Daftar Terpidana Yang Akan Dieksekusi Mati Usai Lebaran

Kejaksaan Belum Merilis Daftar Terpidana Yang Akan Dieksekusi Mati Usai Lebaran

Jakarta – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono berkunjung ke Pulau Nusakambangan meninjau kondisi lapangan tembak Limus Buntu dan kesiapan personel terkait persiapan eksekusi mati tahap ketiga tahun 2016, Kamis (tengah) berjalan setibanya di dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jateng, hari Kamis (28/4/2016).

Kejaksaan Belum Merilis Daftar Terpidana Yang Akan Dieksekusi Mati Usai Lebaran

Proses eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkotika dan obat-obatan terlarang kemungkinan masih terus berlangsung di tengah sorotan berbagai kalangan. Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mensinyalir eksekusi mati tahap ketiga akan dilakukan usai Idul Fitri pada Juli 2016.

Namun Prasetyo tidak memastikan tanggal eksekusi dilakukan. Ia pun belum dapat menyebutkan jumlah terpidana mati yang akan dieksekusi di Nusakambangan karena beberapa terpidana masih menjalani upaya hukum.

“Ya, mungkin saja (setelah lebaran). Puasa-puasa eksekusi kan tidak bagus. Masa lagi puasa mau eksekusi,” ujar Prasetyo kepada awak media.

Hingga saat ini, kejaksaan belum merilis daftar terpidana mati tahap ketiga ini. Dikutip Detikcom, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar A Liliek Darmanto mengatakan menerima informasi terakhir ada 15 orang yang akan dieksekusi mati.

Dari ke-15 orang tersebut, 10 orang merupakan warga negara asing dengan rincian 4 warga China, 1 Pakistan, 2 Nigeria, 2 Senegal, dan 1 Zimbabwe.

Kejaksaan sebenarnya sudah beberapa kali memberi sinyal eksekusi hukuman mati gelombang ketiga. Prasetyo mengatakan sudah melakukan persiapan dan koordinasi hukuman mati, tinggal menunggu hari-H.

Eksekusi mati gelombang ketiga rencananya akan berlangsung pada 2015, tapi urung karena alasan perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tak akan melakukan eksekusi hukuman mati hingga perekenomian nasional membaik.

Keputusan moratorium hukuman mati muncul di tengah tekanan internasional yang meminta Indonesia menghapuskan hukuman mati. Hubungan Indonesia dengan Australia, Belanda, Prancis dan Brasil sempat renggang setelah warganya dieksekusi mati. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Hari Pertama, Pos Pengaduan Yang Dibuat Anies-Sandi Sepi Warga

Hari Pertama, Pos Pengaduan Yang Dibuat Anies-Sandi Sepi Warga

Jakarta – Pasca dilantiknya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI ...