Home > Ragam Berita > Nasional > Video Lieus Sungkharisma Saat Menyebut Ahok Sebagai Komunis Gaya Baru

Video Lieus Sungkharisma Saat Menyebut Ahok Sebagai Komunis Gaya Baru

Jakarta – Pemilik akun Facebook Raymod Liauw membuat sebuah postingan yang berjudul ” SIMBIOSIS MUTUALISME “PREDATOR” (KOLABORASI TIONGHOA dan KORUPTOR).

Video Lieus Sungkharisma Saat Menyebut Ahok Sebagai Komunis Gaya Baru

Postingan dari Raymond Liauw ini ditujukan untuk menyindir Lieus Sungkharisma Yang telah sembarangan menuduh ahok sebagai ” Komunis gaya baru”

Menurut Raymond Liauw ini Terdapat Dua jenis makhluk hidup yang berbeda dan saling menguntungkan bukan saja terjadi di alam flora dan fauna tetapi juga terjadi pada kehidupan manusia.

Kebijakan Ahok yang ingin meningkatkan taraf hidup rakyat DKI supaya tidak terus menerus menjadi gembel di pinggir kali bahkan keputusannya untuk memecat ribuan PNS malas dan “tukang palak” warga DKI, ternyata tidak didukung oleh sebagian orang yang justru menginginkan birokrasi DKI tetap semrawut, pemandangan DKI tetap kumuh dan menginginkan warga DKI tetap miskin.

Berikut pembahasannya seperti dilansir Harian Indo dari berbagai sumber (Senin, 30/5/2016):

1. Pertama adalah mereka iri karena seseorang dari kaum minoritas ternyata mampu memimpin dan memperbaiki DKI.

2. Jawaban kedua adalah penghasilan mereka dari uang haram kini tertutup.

3. Jawaban ketiga adalah para pengusaha makin sulit “bekerja sama” dengan pejabat pemprov DKI koruptor.

Lihat sejarah, jujur bisa dikatakan bahwa banyak sekali pengusaha dan para pedagang keturunan Tionghoa yang sudah selama puluhan tahun bahkan mungkin ratusan tahun sejak zaman Belanda dulu yang memanfaatkan kaum mayoritas yang lemah iman dan kurang berakhlak hanya untuk melancarkan usahanya dan meraup keuntungan pribadi.

Di zaman penjajahan dulu banyak pengusaha dan pedagang Tionghoa mendekati bangsa penjajah Belanda dan juga bersekutu dengan sebagian kaum mayoritas untuk “meminum darah” kaum jelata.

Yang miskin dan jujur akan mati kelaparan tertindas. Sedangkan kaum mayoritas yang miskin bisa menjadi kaya dengan cara bergabung dengan penjajah dan pengusaha “kotor” Tionghoa macam Lieus Sungkharisma ini

Oleh karena kaum Tionghoa merupakan minoritas di Indonesia, maka banyak diantara kaum mayoritas yang cenderung menyamaratakan bahwa seluruh orang Tionghoa di Indonesia adalah sahabat para penjajah penindas rakyat jelata.

Hal inipun terus berlangsung di zaman Orde Baru. Dengan gaya kepemimpinan Suharto dan birokrasi terkorup di dunia, kita dapat melihat bagaimana orang Tionghoa di Indonesia merasa kelompoknya begitu exclusive dan punya beking pejabat maupun aparat negara.

Dalam kenyataannya dan fakta berbicara bahwa banyak sekali dari kalangan orang Tionghoa yang sebenarnya juga membenci para pengusaha Tionghoa Indonesia yang menggandeng Koruptor di bumi Pertiwi.

Kami dari kaum Tionghoa yang ingin hidup damai, jujur dan bebas dari tindak korupsi seringkali menyebut Tionghoa Koruptor dengan sebutan Cina Bangsat atau Cina Pejajaran atau Cina Sialan.

Ketika zaman OrBa yang penuh dengan korupsi, tidak pernah ada seorang pengusaha Tionghoa teriak teriak berorasi menentang korupsi dan mencari dukungan untuk menggulingkan pejabat daerah / pemerintah.

Yang ada malahan pengusaha Tionghoa tersebut ber-simbiosis mutualisme bersama Pejabat dan Aparat Koruptor.

Namun, begitu muncul seorang Ahok dipucuk pimpinan Pemprov DKI, maka para pengusaha Tionghoa Indonesia macam Lieus Sungkharisma ini yang sudah terbiasa hidup bersama para koruptor negeri langsung kebakaran panta* ingin segera menggulingkan Ahok dan menyebutnya sebagai ” komunis gaya baru”

Bila saja masyarakat DKI sadar, tau dan jujur mau mengakui hasil kerja Ahok selama memimpin DKI tanpa melihat apa agama dan suku Ahok, maka bukan tidak mungkin warga DKI akan mampu menuntaskan kemiskinan untuk hidup lebih maju lebih modern dari bangsa Jepang dan Singapore bahkan akan mampu melebihi bangsa Amerika dan Eropa.

Selamat berakhir pekan dan Sejahtera selalu.

(Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Akan Merancang Sistem Agar Warga Tak Harus Mengadu Ke Balaikota

Anies Akan Merancang Sistem Agar Warga Tak Harus Mengadu Ke Balaikota

Jakarta – Anies Baswedan selaku Gubernur baru DKI Jakarta sudah mencanangkan akan rencana mekanisme pengaduan ...