Home > Ragam Berita > Nasional > Berniat Makar, Darimana Gafatar Memperoleh Dana ?

Berniat Makar, Darimana Gafatar Memperoleh Dana ?

Jakarta – Polisi hingga kini sedang melakukan penyelidikan sumber aliran dana Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Diduga, ada dana segar untuk membiayai gerakan makar dan penistaan agama oleh petinggi Gafatar.

Berniat Makar, Darimana Gafatar Memperoleh Dana ?

Kasubdit 1 Keamanan Negara Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri AKBP Satrya Adhy Permana menjelaskan, pihaknya saat ini melakukan penyelidikan. Khususnya, sumber dana Gafatar.

”Mereka punya hitungan sendiri soal keuangan. Iuran berdasar perhitungan mereka dan aturan yang mereka tetapkan,” kata Satrya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2016).

Namun, Satrya belum bisa menentukan jumlah uang atau aset Gafatar. Termasuk, donatur dana utama Gafatar. ”Uang belum disita. Masih kita selidiki,” ujarnya.

Sementara itu, polisi pun telah menciduk pimpinan Al-Qiyadah Al-Islamiyah Ahmad Moshaddeq/Musaddeq/Musadek alias Abdussalam. Mereka ditagkap bersama dua pimpinan Gafatar. Yakni, Mahful Muis Tumanurung dan Andri Cahya.

Berdasar informasi, ketiganya telah membagi Indonesia dalam 12 wilayah. Sebanyak 12 orang gubernur wilayah versi Gafatar pun telah diatur. Satu wilayah berada di Malaysia. Semuanya pun telah dilantik di Bogor pada 15 Agustus 2015. (Tita Yanuntari – harianindo.com)

x

Check Also

Video Stand Up Comedy Comic Ini Dituding Menghina Syariat Islam di Aceh

Video Stand Up Comedy Comic Ini Dituding Menghina Syariat Islam di Aceh

Jakarta – Seorang stand up komedian bernama Hafiz dituding melecehkan peneraan syariat Islam di Aceh. ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis