Home > Ragam Berita > Nasional > Ketua Presidium Prodem Menilai Pemerintahan Jokowi Semakin Dikuasai Asing

Ketua Presidium Prodem Menilai Pemerintahan Jokowi Semakin Dikuasai Asing

Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) dinilai semakin jauh dari rakyat. Ini setelah kekuasaannya semakin dikuasai oleh pihak asing.

Ketua Presidium Prodem Menilai Pemerintahan Jokowi Semakin Dikuasai Asing

“Kekuasaan pemerintah ada kencederungan dikuasai sepenuh nya oleh kekuatan dan kepanjangan kepentingan asing. Bahkan belakangan ini kekuasaan yang ada menempatkan rakyat sebagai lawannya,” kata Ketua Presidium Prodem Andrianto dalam acara “Maklumat Rakyat” yang dihadiri oleh ratusan aktivis pergerakan dan demokrasi, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (2/6/2016).

Terdapat beberapa sektor yang dinilai. Misalnya dalam sektor politik. Menurutnya, pasca-reformasi, kehidupan politik begitu liberal seakan politik hanya untuk sebagian elit yang jauh dari tujuan untuk menyejahterkan rakyat.

“Demokrasi berjalan prosedural namun jauh dari subtantifnya. Tata kelola bangsa dan negara Indonesia saat ini bukan saja distortif, lebih dari itu tengah mengalami totally paralise (kelumpuhan total),” jelasnya.

Dari sektor ekonomi misalnya, Andrianto melihat bahwa pemerintahan Jokowi banyak kehilangan momentum. Menurutnya, apa yang dikampanyekan Jokowi banyak tidak sesuai dengan apa yang dilakukan saat ini.

“Dari awal pemerintahan kita kehilangan momentum. Antara kampanye dan realitas jauh panggang dari api. Kesenjangan kaya dan miskin makin melebar. Kekuasaan yang sekarang justru ultra liberal yang membuat rakyat menuntut reformasi di bidang ekonomi,” jelasnya.

“Kabinet sangat transaksional dan berkualitas seadanya terutama tim ekonomi dan sangat didikte oleh asing. Sehingga yang dirasakan resesi di depan mata.”

Bukan hanya dalam aspek sosial politik dan ekonomi, namun juga dalam aspek sosial budaya. Menurutnya, saat ini pun fenomena kekerasan sudah menjadi makanan sehari-hari. Negara bagaikan bagaikan alpa, sehingga rakyat kehilangan rasa amannya.

“Kehidupan yang semestinya inklusif terkoyak oleh sikap dan jalan yg diambil oleh penguasa pusat dan daerah,” ujarnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Kemendagri Minta Anies-Sandi Tetap Lanjutkan Proyek Reklamasi

Kemendagri Minta Anies-Sandi Tetap Lanjutkan Proyek Reklamasi

Jakarta – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga, diminta untuk tetap ...