Home > Ragam Berita > Nasional > Berita Terkini : Lulung Minta UU tentang BPK Diubah

Berita Terkini : Lulung Minta UU tentang BPK Diubah

Jakarta – KPK tidak mendapati adanya kerugian negara dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Sebelumnya, dugaan korupsi dana pembelian dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Berita Terkini : Lulung Minta UU tentang BPK Diubah

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) pun angkat bicara mengenai hal tersebut. Menurut dia, kini hal tersebut menjadi polemik di masyarakat luas. Kemudian, muncul pertanyaan apakah audit dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah salah. Sebab, mereka mendappati adanya kerugian negara Rp 191 miliar dalam kasus tersebut.

Karena itu, Lulung meminta UU yang mengikat di BPK diubah. Sebab, audit dari lembaga tersebut tidak diperbolehkan untuk mempublikasikan hasil temuannya.

”Ini seharusnya UU-nya harus diubah, audit BPK ini kemudian ini terjadi audit investigasi harusnya dipublish, tapi kerena UU-nya memang tidak dipublish,” ujarnya pada Kamis (16/6/2016).

Menurut dia, jika UU tersebut tidak dirubah maka hanya akan menjadi rahasia yang tidak terkuak. Padahal dalam hal ini masyarakat telah dirugikan adanya pelanggaran korupsi dalam pembelian lahan tersebut. Pasalnya pembelian lahan itu mengunakan uang rakyat, dan menjadi keharusnya untuk dibuka ke publik temuan penyimpangan pembelian lahan RS Sumber Waras tersebut.

”Ini kan kerugian negara, kerugian rakyat Jakarta harusnya bisa di publish dong,” tambahnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Sistem di BPK Masih Buka Peluang Pegawainya Lakukan Korupsi

Prihatin, Ketua Saber Pungli Justru Menjadi Tersangka Suap

Jakarta – Berkali-kali enteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo mencoba ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis