Home > Ragam Berita > Nasional > Situs PPDB Bermasalah, Orang Tua Siswa Kecewa Dengan Sistem Online

Situs PPDB Bermasalah, Orang Tua Siswa Kecewa Dengan Sistem Online

Jakarta – Antrean warga Jakarta Utara dan sekitarnya untuk mengikuti tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ingkat SMA dan SMK sudah terlihat selama dua hari (15 hingga 16 Juni 2016). Mereka pun merasa kecewa saat harus mengulang pendaftaran dari awal.

Situs PPDB Bermasalah, Orang Tua Siswa Kecewa Dengan Sistem Online

Para orang tua murid tersebut sudah mengantre dari pagi hingga sore agar anak mereka bisa mendapatkan SMA yang mereka idamkan.

‎Sri Mariyanti (38), warga Kelurahan Rawa Badak Utara, salah seorang orang tua murid yang kembali mendatangi SMAN 13 Jakarta mengaku kecewa dengan sistem online yang mengalami gangguan sehingga membuat mereka harus mengantre ulang pada pendaftaran berikutnya.

“Buang-buang waktu saja kemarin dua hari saya sudah cuti dari kantor, tapi akhirnya sia-sia karena tadi saat sampai ke sekolah dibilang pendaftaran yang kemarin sudah mengantre seharian ternyata dibatalkan dan harus diulang lagi,” ujar Mariyanti, Jumat (17/6/2016) pagi seperti dilansir dari Suara Pembaruan di halaman SMAN 13, Jalan Berdikari, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Sri mengaku akan memilih SMAN 13 karena hampir seluruh keponakannya merupakan lulusan dari sekolah tersebut yang memiliki reputasi dan prestasi terbaik di Jakarta Utara.

“Semoga saja besok sistemnya sudah kembali normal. Kasihan orang tua murid yang sudah meluangkan waktunya berhari-hari seharian tapi ternyata tidak ada hasilnya semua perjuangan mengantre itu,” tambahya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Yohana (43), warga Kelurahan Koja yang mengaku kecewa dengan tidak berlakunya nomor antrean dan tahapan yang sudah ia jalani dalam dua hari terakhir.

“Sistem dengan menggunakan token itu sangat menyulitkan kami untuk mendaftar, karena kami harus memilih hingga dua kali dan prosesnya jauh lebih rumit dibandingkan sistem pemdaftaran online tahun lalu,” kata Yohana.

“Selama tiga tahun kemarin pakai sistem online semua lancar-lancar saja, cuma tahun ini saja. Kenapa jadi bobrok begini sistem online dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, padahal masyarakat sudah mengantre sangat lama,” ucapnya.‎

Menanggapi hal tersebut, Kepala Hubungan‎ Masyarakat (Humas) SMAN 13, Enny Sukilah, mengatakan permohonan maaf terhadap seluruh orang tua murid atas keputusan dari pihak terkait soal batanya proses pendaftaran di tahap satu kemarin.

“‎Sehubungan dengan kerusakan jaringan server komputer kemarin, akhirnya seluruh proses pendaftaran kemari dinyatakan batal. Semua orang tua murid diharapkan kembali mendaftar dari awal pada besok (Sabtu, 18/6) hingga Rabu (22/6),” kata Enny.

Namun dirinya juga mempersilakan orang tua murid yang hendak mengambil kembali berkas-berkas yang sudah diberikan pada tahap awal kemarin yang dinyatakan batal.

“Hari ini kami masih melayani orang tua murid yang belum mengetahui informasi batalnya tahapan kemarin dan mempersilakan mereka untuk mengambil kembali berkas-berkas yang sudah diberikan, karena pada pendaftaran besok semua harus memakai nomor antrean yang baru supaya adil,” tandasnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

FPI Desak Polisi Untuk Tindak Tegas Para Pelaku Hubungan Sesama Jenis

FPI Desak Polisi Untuk Tindak Tegas Para Pelaku Hubungan Sesama Jenis

Jakarta – Pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Utara, baru saja menggerebek pesta seks gay yang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis