Home > Ragam Berita > Nasional > Perbaikan Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditengarai Mengandung Unsur Korupsi

Perbaikan Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditengarai Mengandung Unsur Korupsi

Mataram – Proyek perbaikan jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) 2013 ditengarai ada terlibat korupsi. Karena itu, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal mengerahkan tim ahli ahli. Tujuannya, menghitung konstruksi bangunan. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan adanya korupsi atau tidak.

Perbaikan Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditengarai Mengandung Unsur Korupsi

”Pastinya kami akan minta tim ahli yang berkompeten dalam perhitungan fisik ini, apakah sudah sesuai atau tidak. Berangkat dari keterangan ahli ini, saya akan mengambil sikap,” ujar Kajati NTB Tedjolekmono di Mataram pada Kamis (23/6/2016).

Sementara itu, penanganan kasus ini terkesan berhenti di tahap penyelidikan intelijen Kejati NTB karena tenaga ahli yang diminta untuk membantu melakukan perhitungan fisik tidak juga memberikan kepastian.

Tenaga ahli yang diminta untuk membantu memeriksa fisik proyek di kawasan pendakian Gunung Rinjani berasal dari Fakultas Teknik Universitas Mataram. Namun, itikad Kejati NTB untuk menindaklanjuti laporan dari Forum Masyarakat Peduli Keadilan (Formapi) Perwakilan NTB, tak juga mendapat tanggapan dari pihak Unram.

”Kalau dari Unram tidak mau, kita akan cari ahli lainnya yang memungkinkan untuk melakukan perhitungan fisik,” ucap Tedjolekmono yang baru resmi menjabat sebagai Kajati NTB menggantikan pimpinan sebelumnya, Martono.

Untuk mengetahui perkembangan penanganannya, Kajati NTB berencana menggelar perkara tersebut. ”Ini semua akan kita evaluasi dan inventarisasi kembali,” tuturnya.

Dalam dokumen yang diserahkan Formapi NTB pada awal 2014, saat Kejati NTB masih dipimpin oleh Fadil Zumhanna, berupa realisasi anggaran pusat di Tahun 2013. Tercantum ada dua item proyek, khusus untuk perbaikan jalur pendakian di kawasan TNGR yang nilainya mencapai Rp2,5 miliar.

Perinciannya, anggaran sebesar Rp1 miliar untuk perambatan jalur dari kawasan Senaru, Kabupaten Lombok Utara ke Danau Segara Anak, dan Rp1,5 miliar untuk peningkatan kualitas jalur treking dari Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, ke Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Mensos Imbau Kader NU Bisa Menghargai Perbedaan Pilhan saat Pilgub

Mensos Imbau Kader NU Bisa Menghargai Perbedaan Pilhan saat Pilgub

Jakarta – Kader Nahdlatul Ulama (NU) yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial, Khofifah Indar ...