Home > Ragam Berita > Nasional > Ahok Menyebut Dirinya Berhak Membawa Kisruh Pengelolaan Sampah ke Pengadilan

Ahok Menyebut Dirinya Berhak Membawa Kisruh Pengelolaan Sampah ke Pengadilan

Jakarta – Konflik yang terjadi antara PT Godang Tua Jaya dengan Ahok tampaknya lanjut dan diselesaikan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Atas berlanjutnya masalah emnegnai pengelolaan sampah ini ke PTUN, Ahok pun mengaku senang.

Ahok Menyebut Dirinya Berhak Membawa Kisruh Pengelolaan Sampah ke Pengadilan

Seperti saat berbicara dnegan wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (24/6/2016), Ahok mengatakan bahwa kita juga berhak di pengadilan nanti dan tampakny akan seru. Ahok menegaskan jika dirinya justru senang jika dibawa ke pengadilan karena selama ini anak perusahaannya semua termasuk ke presidennya (Godong Tua) kai atau sewa ada beberapa terlibat.

Ahok menuturkan jika saat ini di DKI Jakrta kita bisa melihat setelah sampah diambil alih dari pihak swasta karena dari sungai dari jalan semua, sejumlah truk dulu waktu mengambil alih diancam yang enggak-enggak. Ahok menambahkan bahwa satu Jakarta bisa berantakan semua orang marah=marah sampahnya tak diangkut karena truknya tak bisa namun setelah setengahj tahun , setahum kita bisa atasi.

Ahok menegaskan bahwa saat ini bukti sungai di Jakarta lebih bersih saat kami swakeola atau saat dipegang oleh swasta, karena jawabannya adalah swakelola. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Beredar Isu GMBI Palak Sekolah Ratusan Juta Rupiah Untuk Bangun Kantor

Beredar Isu GMBI Palak Sekolah Ratusan Juta Rupiah Untuk Bangun Kantor

Bogor РBelakangan ini, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) sering dibicarakan oleh banyak orang usai ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis