Home > Ragam Berita > Nasional > Petisi Desak KPAI Usut Tuntas Lagu Lelaki Kardus Didukung Ribuan Netizen

Petisi Desak KPAI Usut Tuntas Lagu Lelaki Kardus Didukung Ribuan Netizen

Jakarta – Beberapa waktu yang lalu memang video Lelaki Kardus sudah menjadi viral di dunia maya terutama media sosial. Kata-katanya yang kasar dan juga terdapat anak yang di bawah umur membuat lagu tersebut pun dikecam oleh para netizen, yang mana sampai ada pembuatan petisi agar KPAI segera mengusut pembuat video lagu LElaki Kardus itu.

Petisi Desak KPAI Usut Tuntas Lagu Lelaki Kardus Didukung Ribuan Netizen

Berdasarkan pantauan tim harianindo pada situs change, Jumat (1/7/2016), petisi ini muncul dari nama Kristian Giamto/ Dirinya pun menuliskan “Bagaimana bisa anak kecil menyanyikan lagu dengan lirik “lelaki kencrot, lelaki kerdus, lelaki mencret”???!”. Jika susah berharap adanya acara TV yang edukatif sekarang ini, setidaknya kita harus berjuang untuk melawan pengaruh-pengaruh buruk dari lagu-lagu yang tidak bertanggung jawab.”

Hinggat berita ini ditulis, terdapat puluhan ribu yang menyampaikan dukungannya agar lagu ini bisa diusut. Sleain itu, para netizn pun mendukung langkah petisi ini agar anak-anak tidak terpengaruh dengan perkataan buruk dari lagu ini. Selain itu, ada juga yang berharap agar pelakunya bisa dihukum dengan cukup berat. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

1.000 Kiai NU Surati PKB Terkait Pilkada Jatim, Forum Kiai Kampung Sebut Para Kiai Telah Dimanfaatkan

1.000 Kiai NU Surati PKB Terkait Pilkada Jatim, Forum Kiai Kampung Sebut Para Kiai Telah Dimanfaatkan

Surabaya – 1.000 kiai dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyurati Partai Kebangkitan ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis