Home > Ragam Berita > Internasional > ISIS Dituding Berada Dibalik Peristiwa Pengeboman Didekat Masjid Nabawi

ISIS Dituding Berada Dibalik Peristiwa Pengeboman Didekat Masjid Nabawi

Madinah – Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di kantor keamanan dekat Masjid Nabawi menewaskan lima orang. Peristiwa ini hanya salah satu dari serangan tiga bom bunuh diri di Arab Saudi dalam tempo 24 jam. Beberapa pakar Timur Tengah menduga, pelaku adalah simpatisan ISIS, yang berniat menunjukkan kelompok ini ‘bisa menyerang apa saja dan siapa saja’.

ISIS Dituding Berada Dibalik Peristiwa Pengeboman Didekat Masjid Nabawi

Bom bunuh diri di Madinah terjadi pada Senin, 4 Juli 2016 malam waktu setempat. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan bom ini. Namun, kegelisahan menyeruak karena bom tersebut bisa terjadi di Madinah, salah satu kota suci umat Islam, selain Mekkah.

Pakar dunia Islam dan urusan publik, Haroon Moghul, dalam kolomnya untuk CNN, menduga pelaku ada kaitannya dengan ISIS. Memang kelompok tersebut memiliki nama asli Daulah Islamiyah, yang mengklaim ingin membentuh kekhalifahan. Meskipun demikian, bukan berarti ISIS tidak akan menyerang orang Islam atau negara dengan penduduk muslim.

Moghul menyebutkan, “Al-Qaidah kelompok yang keji, tapi Al-Qaidah juga menolak menjadi cikal bakal ISIS karena [ISIS] terlalu keras. Tidak ada keraguan, serangan ini belum pernah terjadi sebelumnya terhadap umat Islam di dunia, yang sebagian di antaranya memadati Madinah.”

Dalam analisisnya, Moghul menyebut, serangan Bom Madinah sejalan dengan kegiatan ISIS yang selama ini mengedepankan kekerasan tanpa ampun, logika politik yang kejam, dan upaya mengeksploitasi ketegangan sosial yang sudah ada. ISIS ingin menciptakan situasi ketika umat Islam hanya memiliki pilihan untuk bergabung dengan mereka.

“Mereka menyebutnya: manajemen kekejaman atau eliminasi zona abu-abu, yang berarti memaksa publik (umat Islam) untuk memihak satu sisi, menyatakan perang dengan pluralisme, toleransi, demokrasi. (Jika tidak, maka akan diperangi).”

Sementara itu pakar Timur Tengah CNN, Tim Lister menyebut, Arab Saudi justru menjadi target penting bagi ISIS. Jika kelompok tersebut bisa melukai Arab Saudi, artinya mereka sukses menebarkan kampanye, bisa menyerang siapa pun dan apa pun.

“Arab Saudi adalah target besar bagi mereka (ISIS). Mereka punya banyak militan di Saudi. Mereka menganggap bahwa Kerajaan (Saudi) telah mengkhianati Islam.” (Hendy – harianindo.com)

x

Check Also

Pelaku Bom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande Keturunan Libya

Pelaku Bom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande Keturunan Libya

Manchester – Pihak kepolisian Manchester memastikan pelaku bom bunuh diri di konser Ariana Grande pada ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis