Home > Ragam Berita > Nasional > Benarkah Kemacetan di Brebes Adalah Yang Terparah di Dunia ?

Benarkah Kemacetan di Brebes Adalah Yang Terparah di Dunia ?

Jakarta – Dalam beritanya, The Daily Mail menulis bahwa jalan yang macet itu bagaikan jalan ke neraka padahal sebenarnya menuju ke Brebes. Penumpang yang terjebak berjam-jam di kendaraan dalan cuaca panas kemudian pingsan dan meninggal.

Benarkah Kemacetan di Brebes Adalah Yang Terparah di Dunia ?

The Daily Mail juga mengutip keterangan Kementerian Kesehatan tentang berbagai penyebab pemudik bisa meninggal. Kemenkes kemudian menyiapkan berbagai antisipasi untuk para pemudik bermotor.

Sebelumnya, Kemenkes dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/7/2016), menyebutkan peristiwa meninggalnya belasan orang terjadi di wilayah berbeda dalam rentang waktu tiga hari yakni, hari Minggu (3/7) hingga Selasa (5/7).

Benarkah Kemacetan di Brebes Adalah Yang Terparah di Dunia ?

“Menanggapi pemberitaan tentang adanya 13 korban meninggal di saat kemacetan di Brebes, berdasarkan laporan yang diterima dari Dinas Kesehatan, Kementerian Kesehatan mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut terjadi dalam 3 hari sejak tanggal 3-5 Juli, di berbagai tempat, dengan berbagai faktor risiko. Bukan akibat macet dalam 1 hari dan 1 tempat yang sama seperti diberitakan sejumlah media,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi dalam keterangannya, Rabu (6/7/2016).

Kemenkes mengatakan, ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab adanya korban yang meninggal. Kelelahan dan kekurangan cairan dapat berdampak fatal. Apalagi pada kelompok rentan anak-anak, orang tua, pemudik dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, jantung yang dapat meningkatkan risiko kematian.

Benarkah Kemacetan di Brebes Adalah Yang Terparah di Dunia ?

“Ditambah lagi kondisi kabin kendaraan yang relatif sempit serta tertutup dengan pemakaian AC terus menerus akan menurunkan oksigen serta naiknya CO2,” tegas Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Achmad Yurianto.

Kemacetan parah–yang terjadi di Pejagan-Brebes–ini yang menjadi pemicu gangguan kesehatan akut yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pemudik menghabiskan sekitar 30 jam di Brexit. (Hendy – harianindo.com)

x

Check Also

Kalah di Pengadilan Tinggi Melawan Fahri Hamzah, PKS Harus Bayar Rp 30 Miliar

Kalah di Pengadilan Tinggi Melawan Fahri Hamzah, PKS Harus Bayar Rp 30 Miliar

Jakarta – Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memenangkan pihak Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang ...