Home > Ragam Berita > Internasional > Apa Tujuan ISIS Lakukan Aksi Teror Saat Ramadhan ?

Apa Tujuan ISIS Lakukan Aksi Teror Saat Ramadhan ?

Baghdad – Akibat serangan teror dari kelompok ISIS, sebanyak 160 lebih nyawa melayang di Baghdad, Irak, pada Minggu (3/7/2016). Serangan tersebut hanyalah satu dari delapan serangan berbeda yang dilakukan sepanjang bulan suci Ramadhan.

Apa Tujuan ISIS Lakukan Aksi Teror Saat Ramadhan ?

Total, sudah lebih 300 orang tewas karena serangan serupa mulai dari Orlando, Dhaka sampai Istanbul. Ramadhan secara tradisional dipandang sebagai bulan paling suci dan spiritual pada kalendar umat Islam, saatnya penebusan dosa dan pengendalian diri. Lalu kenapa masih ada kegiatan pemboman?

Bersamaan dengan kesucian ini, terdapat juga pandangan kelompok radikal yang memperlakukan Ramadan sebagai bulan untuk ‘menguasai dan menjarah’.

Kaum ekstremis pun meyakini ini adalah waktunya untuk menggandakan perang melawan peradaban dan karenanya mereka melakukan lebih banyak serangan dari pada biasanya.

Dan memang kelompok resmi al-Qaida di Suriah, Front Nusra, baru-baru ini memang menggambarkannya sebagai ‘bulan untuk menguasai’.

Pada waktu Ramadhan mendekat, juru bicara ISIS, Abu Mohammed al-Adnani, mengatakan kepada para pendukungnya di dunia, “Bersiap, siap untuk menjadikannya bulan kehancuran di manapun bagi orang yang tidak percaya … terutama para pejuang dan pendukung khalifah di Eropa dan Amerika.”

Panggilan tersebut merupakan pertanda yang membangunkan pejuang tunggal seperti Omar Mateen, yang membunuh 49 orang di bar homoseksual di Orlando, Florida, setelah menyatakan dukungan kepada Abu Bakr al-Baghdadi, yang mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin di Suriah dan Irak.

Bagi ISIS, ini adalah bulan untuk menahan diri dan mengkaji diri, tetapi seperti inilah krisis yang dialami Islam modern bahwa bagi pemahaman ekstremisme, pemikiran yang sama nyaris benar-benar terpisah dari pemahaman normatif.

Menurut pemikiran para kaum ekstremis, jika penambahan doa dan amal didorong saat Ramadan, mengapa tidak meningkatkan pertumpahan darah?

Apabila dipandang seperti ini dan Anda pasti bisa memahami cara berpikir yang menyebabkan besarnya korban meninggal pada tahun 2016. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Hubungan Spanyol dan Catalonia Makin Panas

Hubungan Spanyol dan Catalonia Makin Panas

Madrid – Hingga pukul 10.00 waktu setempat (15.00 WIB), Presiden Catalonia Carles Puigdemont tetap tidak ...