Home > Unik > Misteri > Ritual Bersetubuh Gunung Kemukus Hanya Kedok Untuk Bisnis Prostitusi ?

Ritual Bersetubuh Gunung Kemukus Hanya Kedok Untuk Bisnis Prostitusi ?

Sragen – Apabila Anda berkunjung ke Kabupaten Sragen di Jawa Tengah, pasti mengetahui yang namanya lokasi wisata gunung kemukus. Situs wisata ini terletak di desa Pendem, Sumberlawang, lokasi wisata Kemukus memang identik dengan hal-hal klenik. Kemukus yang berupa perbukitan ini kerap jadi tempat mencari pesugihan tetapi lewat ritual bersetubuh. Apakah memang benar demikian?

Ritual Bersetubuh Gunung Kemukus Hanya Kedok Untuk Bisnis Prostitusi ?

Saat mencoba menelusurinya, lima mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pun membongkar mitos ritual seks Kemukus. Mereka akhirnya menemukan fakta apabila wacara ritual seks demi meraih kekayaan sengaja diciptakan oknum tertentu demi meningkatkan bisnis prostitusi.

“Ada dua versi mitos yang beredar Versi pertama bersumber dari juru kunci makam yang isinya menyatakan bahwa berziarah ke makam Pangeran Samudro harus berniat lurus dan suci. Versi penjaga makam melarang peziarah melakukan hal aneh-aneh seperti ritual seks. Sementara versi kedua disebutkan pemilik warung dan jasa penginapan yang menyediakan PSK menyebut bahwa peziarah harus melakukan ritual seks jika mau doanya terkabul,” ungkap Taufiqurahman salah satu mahasiswa Fakultas Filsafat UGM yang terlibat dalam penelitian, Senin (11/7/2016).

Taufiq beserta keempat rekannya yaitu Fitriadi, Melfin Zaenuri, Rangga Kala dan Surya Aditya menyebut jika bisnis prostitusi Kemukus menghasilkan uang yang sangat besar. Tiap tahun obyek wisata Makam Pangeran Samudro menyumbang sekitar Rp 190 juta untuk PAD Sragen dan terdapat sekitar 30 ribu orang yang datang berkunjung ke sana.

“Karena besarnya perputaran rupiah membuat wacana ritual seks gunung Kemukus akan terus diproduksi. Selama mitos itu terus diwacanakan, selama itu juga akan mempengaruhi tindakan dan pandangan individu serta masyarakat,” lanjut Taufiq seperti dilansir Merdeka.

Terkait aturan tidak resmi, mitos masyarakat menyebutkan jika setiap peziarah yang datang ke makam pangeran asal Kerajaan Majapahit itu harus melakukan hubungan badan. Tak main-main, mereka harus berhubungan sebanyak tujuh kali dengan orang yang bukan suami/istri sendiri. Ritual seks tersebut dianjurkan dilakukan dilakukan pada Kamis Pahing atau Kamis Wage. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Ilmuwan Ini Mengklaim Berhasil Mendeteksi Keberadaan Alien

Ilmuwan Ini Mengklaim Berhasil Mendeteksi Keberadaan Alien

New York – Isu tentang keberadaan alien atau makhluk luar angkasa memang terus menjadi topik ...