Home > Ragam Berita > Nasional > Adik Abu Bakar Ba’asyir Buat Kegaduhan Karena Tak Bisa Lepaskan Syahwat di Penjara

Adik Abu Bakar Ba’asyir Buat Kegaduhan Karena Tak Bisa Lepaskan Syahwat di Penjara

Tuban – Petugas Lapas Pamekasan Madura terpaksa memindahkan adik dari Abu Bakar Ba’asyir, Nuim Ba’asyir, ke Lapas Kelas II B Tuban karena membuat kegaduhan.

Adik Abu Bakar Ba’asyir Buat Kegaduhan Karena Tak Bisa Lepaskan Syahwat di Penjara

Terpidana kasus tindakan terorisme tersebut marah karena pihak lapas menolak permintaannya dibuatkan bilik asmara. Bilik itu biasanya disediakan lapas untuk narapidana yang ingin berhubungan intim dengan pasangan mereka.

Padahal Nuim berniat untuk berhubungan intim dengan istrinya yang datang menjenguk pada hari Sabtu (9/7/2016) lalu.

Alasan pihak lapas yang menolak permintaan Nuim adalah karena tidak adanya aturan yang memperbolehkan seorang narapidana berhubungan intim dengan istrinya.

Akibat penolakan pihak lapas tersebut, Nuim mengancam akan mengobarkan perang dan mengerahkan rekan-rekannya. Karena itu, pihak lapas memilih segera memindahkannya. Nuim dipindahkan Minggu dini hari. Puluhan personel kepolisian berpakaian preman dan bersenjata lengkap pun telah disiagakan untuk pengamanan pemindahannya.

Seperti yang telah diketahui, Nuim ditangkap Densus 88 Antiteror pada 2013 lalu di rumahnya di Solo, Jawa Tengah, karena diduga terlibat aksi terorisme. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

FPI Minta Polisi Usut Juga Bendera Merah Putih Bertuliskan Metallica

FPI Minta Polisi Usut Juga Bendera Merah Putih Bertuliskan Metallica

Jakarta – Hebohnya foto yang menunjukkan Bendera RI bertuliskan Arab tengah menjadi sorotan belakangan ini. ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis