Home > Ragam Berita > Nasional > Menteri Luhut Bakal Hukum Oknum Paspampres yang Menyelundupkan Senjata

Menteri Luhut Bakal Hukum Oknum Paspampres yang Menyelundupkan Senjata

Jakarta – Nama pasukan pengamanan presiden (paspampres) kembali tercoreng. Hal tersebut terjadi karena ulah segelintir oknum. Mereka terseret kasus penyelundupan senjata. Hal tersebut pun melibatkan prajurit AS berdarah Indonesia, Audi Sumilat. Karena kejadian tersebut, Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan angkat bicara. Dia menjelaskan persoalan tersebut kini sedang diverifikasi.

Menteri Luhut Bakal Hukum Oknum Paspampres yang Menyelundupkan Senjata

”Senjata ilegal Paspampres? Sekarang lagi diverifikasi apa saja masalahnya,” ujar Luhut singkat di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/7/2016).

Menurut dia, sanksi sudah menunggu oknum Paspampres yang melakukan hal tersebut. Namun hal tersebut dikatakannya merupakan tanggungjawab Panglima TNI dan sesuai yang berlaku di lembaga pertahanan negara itu.

”Ya harus adalah ya. Itu urusan Panglima TNI ya. Sanksi ya harus sesuai aturan berlaku atau peraturan yang berlaku di TNI,” jelas Luhut.

”Kira-kira seperti apa ya? Saya gak tahu biar Panglima TNI yang urusin,” tambahnya.

Setelah terbongkarnya kasus ini, Luhut menegaskan bisa saja turun tangan menangani masalah ini. Namun Luhut mengaku masih berkutat dengan masalah lain. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Anies Baswedan Sambangi Korban Bom Kampung Melayu di RS Premier

Anies Baswedan Sambangi Korban Bom Kampung Melayu di RS Premier

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan menyambangi Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis