Home > Ragam Berita > Nasional > Siapa Yang Paling Bertanggung Jawab Atas Beredarnya Vaksin Palsu ?

Siapa Yang Paling Bertanggung Jawab Atas Beredarnya Vaksin Palsu ?

Jakarta – Ratusan warga yang menggerebek Rumah Sakit Harapan Bunda di Ciracas, Jakarta Timur terlihat marah dan kecewa. Mereka emosi saat mengetahui rumah sakit ini menggunakan vaksin palsu. Rasa khawatir terhadap nasib buah hati mereka pun langsung menghantui.

Siapa Yang Paling Bertanggung Jawab Atas Beredarnya Vaksin Palsu ?

Kedatangan para orangtua balita ini hanya tidak lama berselang, usai Kementerian Kesehatan mengungkapkan nama-nama rumah sakit penerima vaksin palsu.

Selain RS Harapan Bunda, terdapat total ada 14 rumah sakit swasta yang menggunakan vaksin berharga miring tersebut. Sebagian besar berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.

Bukan hanya rumah sakit, ada delapan nama klinik dan bidan yang juga menerima vaksin palsu termasuk yang berlokasi di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Hasil penelusuran Harian Indo (Minggu, 17/7/2016), investigasi satgas vaksin menunjukkan jika besar kemungkinan jumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan penerima vaksin palsu akan bertambah.

Terutama Badan Pengawasan Obat dan Makanan( BPOM) juga menemukan fasilitas kesehatan di sembilan provinsi yang diduga juga menerima vaksin palsu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta pihak-pihak yang berwenang untuk hati-hati menangani kasus peredaran vaksin palsu ini.

Sayang nasi sudah menjadi bubur. Selama 13 tahun sudah diduga jaringan vaksin palsu tanpa terendus menjalankan aktivitas mereka.

Padahal, vaksin sedianya dianjurkan pemerintah untuk meningkatkan suatu sistem kekebalan tubuh terutama dari berbagai jenis penyakit. Tapi dengan beredarnya vaksin palsu, entah berapa banyak anak-anak yang sudah menjadi korban.

Sedikitnya, sebanyak 23 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tidak tanggung-tanggung, mereka terdiri dari produsen, penjual, pengumpul vaksin bekas hingga dokter, bidan dan mantan kepala rumah sakit.

Modus operandi jaringan pengedar vaksin palsu dengan mengajukan penawaran melalui CV Azka Medika ke bagian pengadaan hingga direktur rumah sakit.

Diantara sosok-sosok yang menjadi tersangka adalah pasangan suami istri yang hidup mewah di Bekasi, Jawa Barat. Dalam sebulan, omset dari bisnis haram ini mencapai ratusan juta rupiah. Sebuah angka yang cukup fantastis dan menggiurkan. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Polisi Bakal Segera Lakukan Pemeriksaan Terhadap Sandiaga

Polisi Bakal Segera Lakukan Pemeriksaan Terhadap Sandiaga

Jakarta – Polisi kemungkinan memeriksa Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno setelah selesai meminta keterangan rekan ...