Home > Ragam Berita > Internasional > Pemerintah Turki Waspadai Adanya Kudeta Susulan

Pemerintah Turki Waspadai Adanya Kudeta Susulan

Ankara – Turki dilanda kudeta pada Jumat (15/7/2016). Sayangnya, aski tersebut gagal. Nah, pascakudeta, 42 helikopter milik militer Turki lenyap. Dikhawatirkan, terjadi kudeta kedua. Hal tersebut dilakukan untuk menjatuhkan takhta Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pemerintah Turki Waspadai Adanya Kudeta Susulan

Nah, informasi puluhan helikopter hilang tersebut didapatkan dari laporan CNN Turki. Reporter media tersrbut, Serdar Tuncer, mengatakan bahwa dirinya cemas. Sebab, dikhawatirkan ada kudeta susulan.

”Tampak seperti para pemberontak ingin melakukan usaha lainnya. Mungkinkah mereka berhasil? Tidak! Tapi akankah mereka mencoba,” kata reporter tersebut sebagaimana dilansir Sputnik, Senin (18/7/2016).

Kerusuhan masih terus berlanjut menyusul usaha kudeta Turki pada 18 Juli yang menyebabkan sedikitnya 265 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya luka-luka. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang berusaha menggagalkan kudeta yang dilakukan sebagian kecil militer Turki.

Pemerintah telah melakukan penangkapan lebih dari 6.000 orang yang diduga terlibat dalam kudeta Turki, termasuk di antaranya 2.745 orang hakim dan lebih dari 2.800 orang tentara. Mereka menghadapi ancaman tuduhan pengkhianatan pada negara yang dapat diganjar dengan hukuman mati. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Seperti Inilah Cara Umat Muslim di AS Melawan Islamophobia

Seperti Inilah Cara Umat Muslim di AS Melawan Islamophobia

Amerika Serikat – Islamophobia kini tengah melanda negara-negara minoritas Islam, salah satunya yakni di Amerika ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis