Home > Teknologi > Games > Broadcast Pokemon Go dari Dekan Fakultas Psikologi UGM Hoax

Broadcast Pokemon Go dari Dekan Fakultas Psikologi UGM Hoax

Jakarta – Beberapa hari yang lalu muncul broadcast lewat WhatsApp yang menjelaskan secara panjang lebar terkait bahaya bermain Pokemon Go yang dinilai merupakan sarana spionase dari pihak asing. Penulis mengatasnamakan diri sebagai Dekan Fakultas Psikologi UGM Prof Dr Tina Afiatin, MPsi.

Broadcast Pokemon Go dari Dekan Fakultas Psikologi UGM Hoax

Setelah dilakukan konfirmasi, broadcast tersebut dopastikan hoax atau tidak benar karena karena Dekan Fakultas Psikologi UGM yang sebenarnya adalah Supra Wimbarti, MSc, PhD.

“Exactly itu hoax,” ucap Supra, Senin (18/7/2016).

Menurut Supra, memang nama Tina Afiatin adalah dosen Fakultas Psikologi UGM namun dia tidak menjabat sebagai Dekan dan tidak pernah menulis pesan berantai tersebut.

“Memang nama tersebut merupakan dosen di Fakultas Psikologi UGM, tapi tidak pernah menulis soal itu,” tegasnya.

Berikut isi pesan WhatsApp yang sudah tersebar beberapa waktu lalu:

Dari: Prof Dr Tina Afiatin, MPsi (Dekan Fak Psikologi UGM)

Ancaman Serius dari Game Pokemon GO (BLOK) . Bagikan …
Dunia sedang booming injeksi “Pembodohan” bernama aplikasi game Pokemon GO (BLOK).
Tanpa disadari kaum bilderberg semakin canggih membangun perangkat “intelijen” dalam bentuk game yang terbalut teknologi interconnecting geospasial (maps) bernama Pokemon GO (BLOK)
Taukah anda mengapa saya sebut permainan ini adalah perangkat intelijen yang sengaja diciptakan untuk merekonsiliasi data citra fisik valid untuk memetakan setiap sudut wilayah negara-negara dimana para user mengaktifkannya.
Dikala satelit yang digunakan oleh google earth dan google maps tak mampu menjangkau gambaran sempurna 3 dimensi dalam sebuah wilayah, maka mereka menggagas ide baru memanfaatkan kebodohan para gamers atau gadget maniac dalam menjalankan agenda maping intelijen NWO untuk memetakan sistem pertahanan dan unit-unit vital setiap negara lewat game yang mengkoneksikan fitur kamera, maps dan data celular.
Coba bayangkan jika seluruh Pejabat, Tentara, Polisi, PNS dan masyarakat awam berbondong memainkan game Pokemon GO (BLOK) ini diwilayah kerja masing-masing..berapa banyak data valid bangunan fisik serta citra ruang yang harusnya bersifat rahasia bagi suatu pertahanan negara dapat diakses hanya karena kebodohan orang-orang itu yang seolah-olah diminta mencari binatang bernama Pokemon itu.
Hal ini mengingatkan saya pada sebuah teknik operasi intelijen yang dijalankan USA melalui eksploitasi dan analisis pencitraan dan informasi geospasial dalam menggambarkan fitur fisik dan aktivitas secara geografis di bumi atau yang mereka sebut Geospatial Intelligence.
Salah satu contoh pemanfaatan yang sangat jelas terlihat adalah pemanfaatan aplikasi geoweb seperti Google Earth dan Google Maps oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi penyergapan, penangkapan dan pembunuhan Osama bin Laden di rumah persembunyiannya pada tanggal 2 Mei 2011 yang lalu.
Berkat Google Maps dan Google Earth, mereka dapat mengikuti perjalanan Bin Laden mulai dari Khartoum sampai Jalalabad sampai daerah terpencil dimana ia bersembunyi lalu menemui akhir hidupnya di pakistan.
Jika hal itu baru menggunakan sistem google earth yang hanya mencitrakan bentuk datar dari atas satelit lalu bagaimana jika sistem itu semakin sempurna dengan metode yang tak diduga-diduga dapat mengumpulkan data fisik 3d faktual lewat sebuah aplikasi game.
Bayangkan jika para menteri-menteri, jenderal-jenderal, perwira-perwira tinggi Tentara/Polisi, DPR, Serta seluruh perangkat pegawai negeri sipil ikut latah memainkan game tersebut akibat “booming trend” berapa banyak rahasia data citra fisik yang bisa didapatkan gratis oleh provider game yang telah bekerjasama dengan Institusi Intelijen Dunia itu.
Oleh karena itu jangan anggap remeh sebuah teknologi berkedok entertainment dan saya harap Presiden dapat memberikan warning kepada para perangkat negara untuk tidak memainkan game tersebut dan bahkan karena berpotensi sebagai ancaman bagi pertahanan dan keamanan negara maka game itu sah untuk di bloking di Indonesia.
Mari asah terus daya nalar dan kesadaran..Teknologi pada satu sisi memang bermanfaat tapi jangan sampai anda dieksploitasi oleh Teknologi. Go to Hell Pokemon.

(Samsul Arifin)

x

Check Also

Kata Kunci Debat Cagub DKI Dicari Lebih dari 50.000 Netizen di Google

Kata Kunci Debat Cagub DKI Dicari Lebih dari 50.000 Netizen di Google

Jakarta – Acara Debat Cagub DKI Jakarta yang diagendakan oleh KPU DKI Jakarta akhirnya digelar ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis