Home > Ragam Berita > Internasional > Gulen Menyebut Gaya Kepemimpinan Presiden Turki Seperti Hitler

Gulen Menyebut Gaya Kepemimpinan Presiden Turki Seperti Hitler

Istanbul – Saat ini Pemerintahan Turki memang sedang berada di dalam krisis terburuk usai banyak warga dan juga beberapa aparatnya yang mencoba untuk mengkudeta sang pesiden Tayyip Erdogan. Bahkan, komentar negatif pun juga dilontarkan oleh beberapa pihak, salah satunya adalah sahabat sekaligus musuh utama dari Erdogan, Fethullah Gulen.

Gulen Menyebut Gaya Kepemimpinan Presiden Turki Seperti Hitler

Seperti yang dilansir Russia Today, Minggu (17/9/2016), Gulen mengatakan jika sudah jelas bahwa ada siap yang intoleran diantara pimpinan partai yang berkuasa dan presiden. Gullen menambahkan bahwa mereka sudah menyita properti dan juga organisasi media dnegan cara melecehkan mereka sama seperti halnya pasukan SS Hitler.

Sebelumnya, GUlen sendiri bahkan menyebut jika Partai Keadilan dan Pembangunan yang mana partai dari Erdogan merupakan dalang dari upaya kudeta pemerintahan. Gulen juga menuturkan jika tujuan dari upaya kudeta militer itu sendiri merupakan hal yang mana untuk memelihara tuduhan kepada para pengikut dan juga kepada para militer.

Hubungan antara Gulen dan juga Erdogan sebelumnya merupakan sahabat, meski pada tahun 2013 silam berubah menjadi musuh akibat adanya dugaan korupsi. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Rencana Penembakan Bocor Dari Buku Diary, Remaja Putri Ini Diamankan Polisi

Rencana Penembakan Bocor Dari Buku Diary, Remaja Putri Ini Diamankan Polisi

Washington DC – Kepolisian Maryland mengamankan seorang remaja putri bernama Nichole Cevario (18) yang diduga ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis