Home > Ragam Berita > Nasional > Ramadhan Pohan : “Saya Tidak Pernah Ada Utang Untuk Kampanye”

Ramadhan Pohan : “Saya Tidak Pernah Ada Utang Untuk Kampanye”

Medan – Salah satu politikus dari Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, memang sedang tersandung sebuah masalah dimana dirinya yang diduga telah melakukan tindakan penipuan sebesar 24 milyar rupiah yang mana dituduhkan oleh simpatisannya. Namun, Ramadhan sendiri juag beberapa kali memabntah tudingan itu dengan tegas dan tak merasa ada perjanjian ataupun hutang piutang.

Ramadhan Pohan : "Saya Tidak Pernah Ada Utang Untuk Kampanye"ramadha pohan

Seperti saat berbicara dnegan wartawan di POlda Sumut, Rabu (20/7/2016), Ramadhan POhan mengatakan jika dirinya tak ada melakukan perjanjian utang piutang dan juga tak ada yang namanya perjanjian tertulis karena menurutnya mana mungkin dirinya menipu. Ramadhan menambahkan jika selama dirinya berpolitik dirinya juga tak pernah ada utang untuk melaksanakan kampanye.

Ramadhan POhan menyatakan jika memang ada uang yang digunakan untuk kampanye namun dirinya tak memeriksa satu persatu kemana uangnya mengalur karena dirinya hanya fokus untuk sosialisasi. Ramadhan menegaskan jika mungkin saja jika dirinya menang maka dirinya yang akan dikendalikan oleh mereka (simpatisan). Sebelumnya, Ramadhan sendiri ditangkap oleh pihak yang berwajib untuk dimintai keterangan akibat laporan dirinya melakukan tinakan penipuan. (Rini Masriyah – Harianindo.com)

x

Check Also

Rois Syuriah MWCNU Tamansari Bimbing Seorang Pria Memeluk Islam

Rois Syuriah MWCNU Tamansari Bimbing Seorang Pria Memeluk Islam

Tasikmalaya – Pria berusia 24 tahun bernama Yusan mendatangi Masjid Nurul Iman Ciharashas yang berada ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis