Home > Ragam Berita > Nasional > Komnas Anak Mendapat Pengaduan Para Orang Tua Korban Vaksin Palsu

Komnas Anak Mendapat Pengaduan Para Orang Tua Korban Vaksin Palsu

Jakarta – Vaksin palsu yang kini sedang rame pun membawa dampak. Beberapa orang tua korban pun tidak bisa menerima hal tersebut. Nah, kali ini, Aliansi keluarga korban vaksin palsu di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, melayangkan pengaduan ke Komnas Anak, Senin (25/7/2016).

Komnas Anak Mendapat Pengaduan Para Orang Tua Korban Vaksin Palsu

Ketua aliansi keluarga korban, August Siregar, mengatakan kedatangannya ke Komnas Anak untuk mengadukan tentang tindakan rumah sakit yang arogan.

”Kami ke Komnas Anak untuk mengadukan Rumah Sakit Harapan Bunda yang begitu arogan dan tidak profesional dengan sangat sulit ditemui oleh korban vaksin palsu,” ujar August.

August menginginkan agar pihak RS harapan bunda bertemu dengan pihaknya agar masalah vaksin palsu ini selesai dengan baik dan tidak ada yang merasa dikecewakan.

”Kami ini hanya korban dari vaksin palsu RS Harapan Bunda, kenapa kami diberlakukan secara arogan, tidak profesional dan tidak ada niat baik kepada kami,” kata August.

August pun berharap, jajaran Komnas Anak bisa memberikan solusi dan mempertemukan pihaknya dengan jajaran rumah sakit agar bisa bertanggungjawab. ”Itu saja yang kami harapkan dari pengaduan kami ke Komnas HAM ini,” pungkas August. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Polisi Temukan Potongan Tubuh Korban di Lokasi Ledakan Kampung Melayu

Polisi Temukan Potongan Tubuh Korban di Lokasi Ledakan Kampung Melayu

Jakarta – Polisi temukan potongan tubuh korban di lokasi ledakan keras yang terjadi di Terminal ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis