Home > Ragam Berita > Nasional > Uji Materi UU Amnesti Pajak Diselenggarakan MK

Uji Materi UU Amnesti Pajak Diselenggarakan MK

Jakarta – Uji materi Undang-Undang Amnesti Pajak kembali dilakukan. Mahkamah Konstitusi (MK) pun telah menyelenggarakan sidang pendahuluan. Sidang tersebut terkait dengan uji materi yang dimohonkan Yayasan Satu Keadilan (YSK), Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI), dan dua orang warga Indonesia.

Uji Materi UU Amnesti Pajak Diselenggarakan MK

”Ya, hari ini agendanya adalah sidang pendahuluan untuk tiga gugatan terkait perkara amnesti pajak,” kata Jubir MK Fajar Laksono pada Rabu (27/7/2016).

Lebih lanjut Fajar mengungkapkan bahwa sidang pendahuluan untuk tiga gugatan dengan nomor perkara 57,58, dan 59 itu, akan digelar dengan susunan hakim konsitusi Anwar Usman, I Dewa Gede Palguna, dan Aswanto.

Pada Rabu (13/7/2016), para pemohon tersebut mendaftarkan permohonan uji materi UU Pengampunan Pajak di MK, karena para pemohon menilai undang-undang tersebut telah melanggar prinsip konstitusi.

Kuasa hukum para pemohon Sugeng Teguh Santoso menyebutkan bahwa para pemohon menilai secara keseluruhan undang-undang tersebut merupakan praktik legal pencucian uang, dengan memberikan kesempatan dan keuntungan kepada para pengemplang pajak.

”Kebijakan tax amnesty ini berpotensi dimanfaatkan oleh para penjahat perpajakan,” tutup Sugeng. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Beredar Isu GMBI Palak Sekolah Ratusan Juta Rupiah Untuk Bangun Kantor

Beredar Isu GMBI Palak Sekolah Ratusan Juta Rupiah Untuk Bangun Kantor

Bogor – Belakangan ini, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) sering dibicarakan oleh banyak orang usai ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis