Home > Ragam Berita > Nasional > Inilah Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Sri Mulyani

Inilah Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Sri Mulyani

Jakarta – Era baru para menteri Indonesia telah dimulai. Presiden Jokowi resmi me reshuffle setidaknya 12 menteri yang menjabat di Indonesia pada Rabu (27/7/2016). Reshuffle kali ini adalah yang kedua, setidaknya ada 12 pos menteri yang dilakukan perombakan. Dalam perombakan kali ini ada sembilan wajah baru, delapan menteri terlempar, dan empat menteri pindah ke pos lain.

Inilah Tugas Berat yang Harus Diselesaikan Sri Mulyani

Salah satu menteri baru tersebut adalah Sri Mulyani. Sri dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menjabat Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro yang dipindahkan menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Sri Mulyani ditunjuk karena sudah sangat teruji dan berpengalaman dalam bidang ekonomi dan keuangan.

“Tentu saja dengan kapasitas beliau, bisa memperkuat ekonomi Indonesia dan mengikuti persaingan global,” katanya di Istana Merdeka.

Tingginya angka kemiskinan di Indonesia memang menjadi maslah yang sangat pelik. Bukan hanya di Indonesia, tingginya angka kemiskinan juga menjadi masalah serius diberbagai negara.

Dengan adanya Sri Mulyani sebagai Menteri Perekonomian diharapkan dapat mengurangi kemiskinan yang ada di Indonesia karena dirinya memang sangat piawai dan juga memiliki banyak jaringan di level Internasional. (Tita Yanuantari – harianido.com)

x

Check Also

Inilah Tanggapan Wiranto Terkait Rencana Aksi 313

Inilah Tanggapan Wiranto Terkait Rencana Aksi 313

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto ikut menanggapi rencana aksi ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis