Home > Ragam Berita > Nasional > Tiga Menteri Ini Dinilai Selalu Aman dari ‘Sentuhan’ Jokowi

Tiga Menteri Ini Dinilai Selalu Aman dari ‘Sentuhan’ Jokowi

Jakarta – Pada pengumuman perombakan atau reshuffle Kabinet yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Rabu (27/7/2016) siang, beberapa menteri tetap aman di posisinya meski oleh beberapa pengamat dinilai kurang maksimal kinerjanya.

Tiga Menteri Ini Dinilai Selalu Aman dari ‘Sentuhan’ Jokowi

Beberapa diantaranya yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Mari kita coba kupas satu persatu.

Tiga Menteri Ini Dinilai Selalu Aman dari ‘Sentuhan’ Jokowi
Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno
Nama Rini Soemarno dinilai paling kontroversial namun posisinya selalu aman selama ini, bahkan di tengah banyaknya desakan agar politisi partai PDIP ini mundur.

Desakan untuk mundur yang dilakukan oleh DPR melalui Pansus Pelindo yang diketuai oleh Rieke Diah Pitaloka, rekan satu partai dari Rini Soemarno, memberikan rekomendasi kepada Presiden Jokowi untuk mencopot Rini Soemarno dari jabatannya.

Namun rekomendasi dari DPR itu tidak dilakukan oleh Jokowi hingga saat ini.

Tiga Menteri Ini Dinilai Selalu Aman dari ‘Sentuhan’ Jokowi
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Amran Sulaiman dinilai oleh banyak orang gagal dalam menjalankan tugasnya untuk mengatasi ketersediaan daging saat bulan Ramadhan sampai Lebaran sehingga menyebabkan harga daging di pasaran melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp 150.000 per kg.

Padahal, pada saat itu Presiden Jokowi sudah memberikan pesan agar harga daging di bawah Rp 75.000 sehingga masyarakat masih dapat menjangkaunya.

Karena sebab ini, Menteri Perdagangan Thomas Lembong digeser oleh Jokowi menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Posisinya kemudian digantikan oleh Enggartiasto Lukito.

Namun posisi Amran Sulaiman yang juga sangat berkepentingan dalam menyebabkan naiknya harga daging, tetap aman.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Posisi Puan Maharani sepertinya tidak tersentuh oleh Jokowi. Pada saat reshuffle Kabinet jilid pertama, Jokowi langsung mengganti tiga menteri koordinatornya, yakni Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang semula dijabat Tedjo Edhy Purdjianto digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil diganti Darmin Nasution, dan Menteri Koordinator bidang Maritim Indroyono Susilo diganti Rizal Ramli.

Hanya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang dijabat Puan Maharani yang tidak tersentuh.

Pada reshuffle yang kedua ini posisi Puan Maharani lagi-lagi aman dari jangakauan Jokowi meskipun banyak yang menilai kinerja Puan Maharani tidak terlalu terlihat.

Beberapa masalah belakangan ini justru terjadi di kementerian yang berada di bawah koordinasinya, seperti kasus vaksin palsu dan kartu BPJS palsu.

Belum lagi sosok Puan Maharani yang dinilai jarang turun ke lapangan padahal instansi yang dipimpin membawahi Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Sosial.

Tetap amannya posisi ketiga menteri di atas oleh Pengamat Politik dari Univesitas Padjadjaran Idil Akbar dikarenakan beberapa hal.

Puan Maharani dinilai sudah pasti aman karena sosoknya di kabinet merupakan representasi dari PDIP, partai utama pengusung Jokowi. Dan yang penting lagi, Puan Maharani adalah putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Untuk Rini Soemarno, menurut Idil Akbar, karena Rini merupakan penghubung antara Indonesia dan investor asing guna mengamankan sejumlah proyek besar yang tengah dikerjakan pemerintah, salah satunya adalah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dimana BUMN bekerjasama dengan pemerintah China.

“Rini ini penghubung antara pemerintah China dan pemerintah Indonesia. Sulit bagi Jokowi mendepak Rini meski pansus sudah meminta agar ia diberhentikan,” ujar Idil.

Sedangkan untuk Amran Sulaiman, posisinya dinilai aman karena ia dekat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan menjadi representasi Indonesia timur.

“Amran juga banyak membantu memenangkan Jokowi-JK di Indonesia Timur, itu alasan penting kenapa kemudian Amran tidak didepak,” ucap Idil.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Ketua MPR Yakin Pemerintah Konsisten Tunda Pembahasan RUU Pertembakauan

Ketua MPR Yakin Pemerintah Konsisten Tunda Pembahasan RUU Pertembakauan

Jakarta – Presiden Joko Widodo dikabarkan menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pertembakauan. Itu disampaikan saat ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis