Home > Ragam Berita > Nasional > Otto Hasibuan Tidak Yakin dengan Barang Bukti Kasus Pembunuhan Mirna

Otto Hasibuan Tidak Yakin dengan Barang Bukti Kasus Pembunuhan Mirna

Jakarta – Sidang kasus pembunuhan berencana kopi sianida terhadap Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso telah berlangsung delapan kali. Sebanyak 17 dari 64 saksi telah diperiksa dalam persidangan ini.

Otto Hasibuan Tidak Yakin dengan Barang Bukti Kasus Pembunuhan Mirna

Sebagai pengacara Jessica, Otto meragukan keaslian beberapa barang bukti yang dihadirkan di persidangan. keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terkait barang bukti sisa kopi yang diminum Mirna. Otto menilai ada ketidakcocokan antara yang tercantum dalam BAP dengan keterangan saksi.

“Dalam BAP menyebutkan disita dua gelas, satu botol, tapi yang diperiksa di Labkrim (Laboratorium Kriminal) itu dua botol, satu gelas. Terus barang ini dari mana, apa pindah-pindah? Enggak orisinal lagi dong?” ucap Otto usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, (27/7/2016) malam.

“Kemudian dalam BAP juga dinyatakan barang bukti disegel, tapi ternyata sudah dibuka di luar, bukan di depan hakim,” tutur dia.

Sidang yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB baru dimulai pada sekitar pukul 10.30 WIB. Sidang pun berlangsung hingga larut malam. Bahkan semakin malam, sidang justru berjalan semakin alot dan sengit. Baik antara jaksa, ayah korban, dan pengacara terdakwa saling berdebat.

x

Check Also

Emirsyah Satar Ditetapkan sebagai Tersangka Suap Lintas Negara

Emirsyah Satar Ditetapkan sebagai Tersangka Suap Lintas Negara

Jakarta – Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar telah ditetapkan sebagai tersangka oleh ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis