Home > Ragam Berita > Nasional > Kerusuhan dan Pembakaran Rumah Ibadah Berbau SARA Kembali Terjadi Di Tanjung Balai

Kerusuhan dan Pembakaran Rumah Ibadah Berbau SARA Kembali Terjadi Di Tanjung Balai

Tanjung Balai – Ratusan personel tambahan diterjunkan guna mengamankan situasi panas akibat kerusuhan berbau SARA yang saat ini tengah berlangsung di Kota Tanjung Balai.

Kerusuhan dan Pembakaran Rumah Ibadah Berbau SARA Kembali Terjadi Di Tanjung Balai

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengungkapkan, sebanyak 100 personel dari Polres Asahan, 30 personel dari Polres Batubara dan 75 personel dari Satuan Brimob yang bermarkas di Tebing Tinggi diturunkan untuk mengamankan situasi di Tanjung Balai.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan terus memantau dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat guna mengatasi kerusuhan Tanjung Balai tersebut. Dari informasi yng berhasil dihimpun dari berbagai sumber, akibat kerusuhan Tanjung Balai yang berbau SARA itu, sedikitnya 8 rumah ibadah vihara dilaporkan dibakar warga.

Kerusuhan bermula saat seorang warga bernama Meliana (41), yang berasal dari etnis Tionghoa melakukan protes saat mendengar suara adzan dari yang berkumandang dari Masjid Al-Makhsum, yang berlokasi di Jalan Karya, Tanjung Balai. Tak hanya melakukan protes, warga itu pun disebutkan memaki imam yang adzan dan membuat keributan di masjid.

Pengurus masjid pun kemudian mendatangi kediaman Meliana dan menanyakan alasan kenapa wanita tersebut merasa terganggu dengan suara adzan. “Namun karena situasinya semakin memanas, Meliana dan suaminya kemudian diamankan ke Polsek Tanjung Balai Selatan,” terang Kombes Pol Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7/2016).

Tetapi masalah yang sebenarnya sudah dapat diselesaikan baik-baik itu ternyata menjadi panas dengan pengaruh dari postingan di jejaring sosial. Postingan di jejaring sosial itu memuat aksi protes yang dilakukan oleh Meliana.

Tidak lama kemudian, warga berbondong-bondong mendatangi rumah Meliana. Warga yang kesal pun bahkan hendak membakar rumah Meliana. Namun aksi tersebut berhasil diredam pihak kepolisian. Meski sempat membubarkan diri, massa yang masih emosi kembali mendatangi rumah Meliana.

Rina melanjutkan, di tempat lain tiba-tiba ratusan massa yang bergerombol mendatangi vihara di Jalan Juanda yang jaraknya hanya 500 meter dari Masjid Al-Makhsum.

“Massa yang tersulut emosinya semakin banyak, massa kemudian bergerak ke Vihara di Jalan Juanda. Mereka berusaha membakar vihara itu, namun aparat dari Polres Tanjung Balai berhasil menghadangnya. Pelemparan batu pun terjadi dan merusak vihara tersebut,” ucapnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Gerindra Keluar dari Pansus Angket, Wakil Ketua DPR Layangkan Sindiran

Gerindra Keluar dari Pansus Angket, Wakil Ketua DPR Layangkan Sindiran

Jakarta – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyindir langkah Gerindra yang keluar dari keanggotaan Pansus ...