Home > Teknologi > Windows Store Akan Kalahkan Steam?

Windows Store Akan Kalahkan Steam?

Washington – Paranoid atau sebuah ketakutan yang berdasar? Untuk saat ini, tak ada yang tahu. Namun suara “vokal” ini lah yang sepertinya terus didengungkan oleh salah satu co-founder Epic – Tim Sweeney sejak beberapa bulan yang lalu. Semakin intensifnya Microsoft untuk membangun eksosistem game yang sama antara Windows 10 dan Xbox One lewat UWP menimbulkan kekhawatiran sendiri, setidaknya dari apa yang dicurigai oleh Sweeney tengah berusaha dilakukan oleh Microsoft saat ini. Dalam wawancara terbarunya dengan Edge, Minggu (31/7/2016), ia kembali mengungkapkan apa yang menurutnya akan terjadi antara Windows di masa depan. Sebuah usaha Microsoft untuk membunuh Windows pelan-pelan.

Windows Store Akan Kalahkan Steam?

Namun bukan lewat kualitas Windows Store atau harga yang lebih murah, melainkan lewat desain Windows 10 itu sendiri. Mengulangi apa yang sempat ia khawatirkan di masa lalu, Sweeney percaya bahwa Microsoft hendak membuat PC menjadi sebuah platform yang tertutup lewat UWP yang ada. Pelan tapi pasti, aplikasi-aplikasi berbasis Win32 yang notabene juga identik dengan malware, akan mulai digantikan. Mereka akan melakukan lompatan kecil yang akan meminta hampir semua aplikasi untuk didistribusikan, hanya lewat Windows Store saja.

Lantas, apa pengaruhnya dengan Steam yang kini jadi platform distribusi game digital paling populer sejauh ini? Sweeney menyebut bahwa Microsoft tak akan cukup gila untuk membuat Steam tiba-tiba tak bekerja begitu saja. Yang akan mereka lakukan adalah dengan memberikan patch-patch terbaru untuk Windows 10 yang membuat performa Steam semakin buruk dan buruk, hingga tak lagi optimal untuk digunakan. Dalam lima tahun, dengan progress seperti ini, gamer akan mulai muak dengan Steam dan mau tak mau, akan berpindah ke Windows Store yang lebih optimal. Sweeney menyebut bahwa teori yang ia bangun ini bukannya tak berdasar jika melihat sepak terjang Microsoft ketika mengimplementasikan strategi yang sama dengan QuickTime dan Firefox di masa lalu.

Akhir kata? Sweeney juga menegaskan bahwa Microsoft mungkin tak kompeten untuk mengeksekusi rencana ini dengan cepat, namun ia melihat bahwa ada usaha untuk menuju ke sana. Microsoft sendiri masih belum melemparkan komentar resmi apapun terkait tuduhan yang satu ini.
(Rini Masriyah – harianindo.com)

x

Check Also

Presiden Turki : Palestina Adalah Korban, Israel Adalah Teroris

Presiden Turki : Palestina Adalah Korban, Israel Adalah Teroris

Jakarta – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya di kota Sivas pada Minggu (10/12/2017) ...