Home > Ragam Berita > Nasional > Tersangka Korupsi Pembangunan Gereja Lewoleba Dibawa ke Kupang

Tersangka Korupsi Pembangunan Gereja Lewoleba Dibawa ke Kupang

Lewoleba – Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Gereja Katolik Sta. Maria Banneaux, Lewoleba, dibawa ke Kupang untuk proses selanjutnya.

Tersangka Korupsi Pembangunan Gereja Lewoleba Dibawa ke Kupang

Saat berada di Bandar Udara (Bandara) Wunopito, Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), para istri dan anak-anak tersangka menangis melepas kepergian suami dan ayah mereka dengan menggunakan pesawat TransNusa pada Senin (1/8/2016) sekitar pukul 13.30 Wita.

Sementara itu Pius Namang, salah satu tersangka kasus korupsi pembangunan gereja tersebut yang juga merupakan Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Sta. Maria Banneaux Lewoleba mengaku telah siap mengikuti proses persidangan yang akan dilakukan di Kupang ini.

“Kami sudah siap menghadapi proses hukum nanti. Kami sudah siap meski hati bathin kami terasa berat untuk itu. Kami akan hadapi apa risikonya. Kami sudah pasrahkan semuanya. Saya pribadi juga sudah mengondisikan keluarga untuk terima semua ini,” ujar Pius Namang.

Selain Pius, ikut dibawa pula dua orang tersangka lainnya yaitu Agus Bala Duan, bendahara pembangunan gereja tersebut dan Petrus Muga Lajar, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lembata.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Saksi Sidang Ahok Mengaku Baru Sadar Pidato Ahok Setelah Nonton TV dan Youtube

Saksi Sidang Ahok Mengaku Baru Sadar Pidato Ahok Setelah Nonton TV dan Youtube

Jakarta – Pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diduga menodai agama setelah tayang di ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis