Home > Ragam Berita > Nasional > Belasan Gadis ABG Mau Jadi Terapis Karena Dijanjikan Gaji Rp 20 Juta

Belasan Gadis ABG Mau Jadi Terapis Karena Dijanjikan Gaji Rp 20 Juta

Jakarta – Pihak kepolisian dari Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktek eksploitasi anak yang dipekerjakan sebagai terapis di sebuah spa di kawasan Kuta, Bali.

Belasan Gadis ABG Mau Jadi Terapis Karena Dijanjikan Gaji Rp 20 Juta

Menurut Kepala Subdirektorat III Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Komisais Besar Polisi (Kombespol) Umar Surya Fana, di spa tersebut polisi menemukan 12 anak yang berusia antara 13 hingga 15 tahun yang bekerja sebagai terapis.

Menurut informasi, anak-anak ini diambil dari beberapa wilayah di luar Bali, seperti Lampung, Jawa Tengah., Jawa Timur, dan Kalimantan.

Sang perekrut awalnya menjanjikan gaji sebesar Rp 20 juta dan bonus sebesar Rp 100 ribu setiap melakukan terapi. Mereka juga dijanjikan untuk bebas pulang kampung kapanpun mereka mau.

Namun kenyataannya, setelah bekerja mereka hanya digaji Rp 6 juta per bulan dengan bonus Rp 10 ribu tiap selesai melayani 1 orang pelanggan. Tidak hanya itu saja, anak-anak ini juga harus siap bekerja 24 jam dan tidak diperbolehkan keluar dari penampungan.

Terungkapnya, kasus ekploitasi terhadap anak ini juga berkat dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang langsung tanggap terhadap laporan dari masyarakat yang langsung mengirimkan sms kepada Kapolri.

“Informasi awalnya adalah adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di salah satu spa di Pulau Dewata,” kata Umar dalam jumpa pers di Kantor Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Namun saat dilakukan operasi penindakan ternyata masalahnya berkembang menjadi operasi penyelamatan karena polisi menemukan 12 orang anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai terapis pada spa tersebut.

“Dari sana kita bongkar dan ternyata di tempat itu ada 12 pekerja perempuan berstatus anak-anak. Operasi yang direncanakan sebagai penindakan hukum berubah jadi operasi penyelamatan,” tutur Umar.

“Kami sekarang sedang mendalami siapa saja pelakunya. Terkait spa, siapa yang bertanggung jawab atas pendirian perusahaan spa itu,” ujar Umar.

Hingga kini polisi telah menetapkan beberapa tersangka dan akan terus mendalami kasus ini untuk mencari tersangka-tersangka lainnya.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Pengamat Menilai Maraknya Hoax Tak Lepas Dari SBY Saat Masih Menjabat Presiden

Pengamat Menilai Maraknya Hoax Tak Lepas Dari SBY Saat Masih Menjabat Presiden

Jakarta – Arief Poyuno, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang dikenal kritis terhadap pemerintahan Presiden ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis