Home > Ragam Berita > Internasional > Begini Tindakan Sadis Presiden Filipina Dalam Perang Melawan Narkoba di Negaranya

Begini Tindakan Sadis Presiden Filipina Dalam Perang Melawan Narkoba di Negaranya

Manila – Bila beberapa masyarakat di Indonesia protes terhadap pelaksanaan hukuman mati terhadap para gembong narkoba di Tanah Air, namun apa yang dilakukan pemerintah saat ini seperti tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan apa yang sekarang sedang dilakukan oleh Presiden Filipina yang baru, Rodrigo Duterte.

Begini Tindakan Sadis Presiden Filipina Dalam Perang Melawan Narkoba di Negaranya

Bila Jokowi hanya memilih bandar-bandar besar saja yang dihukum mati, tidak dengan Rodrigo. Begitu dirinya menjabat, ia langsung memenuhi janji yang pernah ia ucapkan bahwa dirinya akan menyatakan perang terhadap narkoba, Benar-benar perang!

Jadi tidak heran bila kini bandar dan pengedar narkoba di Filipina kini begitu ketakutan karena polisi langsung menembak mati mereka begitu kedapatan berbisnis narkoba di wilayah Filipina tanpa harus melalui pengadilan terlebih dahulu.

Bahkan Presiden yang baru saja menjabat pada 30 Juni 2016 ini pernah bersumpah dalam kampanyenya akan membunuh lebih dari 100 ribu pengedar dan pemakai narkoba di Filipina. Rodrigo juga menjanjikan akan memberikan imbalan uang untuk setiap mayat penjahat narkoba di Filipina.

Tiga juta peso (sekitar Rp 833 juta) untuk setiap bos jaringan narkoba, dua juta peso (sekitar Rp 555 juta) untuk distributor narkoba, satu juta peso (sekitar Rp 277 juta) untuk terduga anggota jaringan narkoba dan 50 ribu peso (sekitar Rp 13,8 juta) untuk setiap penjual narkoba rendahan.

Rodrigo Duterte kill drug traffickers in Philippines

Namun aksi brutal yang dilakukan oleh Rodrigo ini mendapatkan tentangan keras dari beberapa kelompok peduli HAM di dunia. Zeid Raad Zeid al-Hussein selaku Komisioner Tertinggi PBB untuk HAM memprotes agar Duterte mengakhiri tindakan brutal ini.

Uskup Auxiliary Manila, Pabillo juga menyebutkan hal serupa. Menurut Pabillo, jika tak ada bukti tegas bahwa para korban ini terlibat dalam perdagangan narkoba maka hal ini sangat tidak dibenarkan.

Uskup Pabillo juga berkomentar, “Apakah kita bisa membenarkan bahwa tindakan jahat harus dibalas dengan hal jahat pula?”

Begini Tindakan Sadis Presiden Filipina Dalam Perang Melawan Narkoba di Negaranya

Tindakan Presiden Rodrigo Duterte ini dilakukan bukan tanpa alasan. Filipina selama ini dikenal sebagai tempat transit sindikat perdagangan narkoba di Asia Tenggara dengan nilai penjualan yang sangat fantastis, USD 8 miliar atau sekitar Rp 99 triliun.

Rodrigo juga pernah balik bertanya kepada mereka yang tidak setuju dengan tindakan kejamnya, “Saya sudah melihat bagaimana korupsi menggerogoti dana pemerintah yang harusnya untuk kaum miskin. Dan saya juga melihat bagaimana narkoba menghancurkan rakyat. Jadi, tunjukkan di mana salah saya.”
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Jepang Tolak Kehadiran Taksi Uber

Jepang Tolak Kehadiran Taksi Uber

Tokyo – Maraknya kendaraan berbasis online ternyata tidak dibiarkan begitu saja di negara-negara tertentu. Seperti ...