Home > Ragam Berita > Nasional > 14 Pilot Lion Air Yang Dipecat Gugat Balik Manajemen

14 Pilot Lion Air Yang Dipecat Gugat Balik Manajemen

Jakarta – Pihak manajemen maskapai Lion Air telah memecat 14 orang pilot terkait delay yang dilakukan dengan sengaja pada 10 Mei 2016. Keputusan manajemen ini kemudian mendapatkan perlawanan balik dari pilot yang diwakili oleh Serikat Pekerja – Asosiasi Pilot Lion Group (SP-APLG) dan dibantu oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

14 Pilot Lion Air Yang Dipecat Gugat Balik Manajemen

Menurut Ketua SP-APLG Eki Adriansyah keputusan keempatbelas pilot tersebut untuk tidak terbang dikarenakan keadaan psikis mereka yang sedang tidak stabil akibat persoalam internal.

“Yang dilakukan para pilot pada 10 Mei 2016 adalah keputusan untuk menunda terbang demi keselamatan penerbangan karena terganggunya kondisi emosi dan psikis pilot akibat diabaikannya hak-hak mereka sebagai pekerja oleh manajemen perusahaan,” kata Eki.

Ditambahkannya, apa yang dilakukan oleh 14 pilot tersebut telah sesuai dengan dengan konvensi ICAO Annex 6 yang diadopsi Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Indonesia (CASR 121) dan sudah diadopsi Lion Air dalam Operasional Manual.

SP-APLG juga menanyakan tudingan yang dilakukan oleh manajemen yang menyebutkan pilot-pilot tersebut melakukan penghasutan kepada pilot lainnya, juga terkait tidak diakuinya keberadaan SP-APLG, bahkan melaporkan mereka ke Bareskrim Polri.

“SP APLG memandang tindakan manajemen Lion Air yang melaporkan SP APLG ke Polri adalah upaya kriminilasi dan intimidasi kepada pilot. SP APLG percaya Polri akan bertindak objektif dan professional, serta tidak memanipulasi hukum demi kepentingan segelintir orang,” jelasnya.

Permasalahan lainnya menurut Eki, kontrak kerja yang dibuat oleh manajemen Lion Air hanya mendatangkan keuntungan sepihak bagi Lion Air dan hanya mengekploitasi para pilot. Belum lagi adanya klausul tentang pembayaran ganti rugi yang harus dibayarkan oleh pilot apabila mereka mengundurkan diri sebelum masa kontrak berakhir.

“Penalti yang harus dibayarkan sangat fantastis dari kisaran Rp 500 juta hingga miliaran rupiah. Klausul ini yang dikemudian digunakan manajemen Lion Air untuk menyandera dan mengekspolitasi para pilotnya,” pungkas Eki.
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Gerakan Dakwah HTI Membawa Konsep Khilafah

Gerakan Dakwah HTI Membawa Konsep Khilafah

Jakarta – Rencana pemerintah dalam membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI dinilai tidak terlalu ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis