Home > Ragam Berita > Nasional > Jessica Wongso Sempat Membuka Tas Setelah Es Kopi Vietnam Disajikan

Jessica Wongso Sempat Membuka Tas Setelah Es Kopi Vietnam Disajikan

Jakarta ā€“ Dalam persidangan kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso yang dilanjutkan pada Rabu (10/8/2016) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terungkap bahwa Jessica Wongso sempat membua tasnya setelah es kopi Vietnam dan koktail disajikan di meja nomor 54.

Jessica Wongso Sempat Membuka Tas Setelah Es Kopi Vietnam Disajikan

Dalam persidangan yang mendatangkan digital forensik Polri, AKBP Muhammad Nuh, diputarkan rekaman dari kamera closed circuit television (CCTV).

Pada rekaman itu jelas terlihat bahwa Jessica Wongso sempat membuka tasnya sekitar pukul 16.29.50 setelah pesanan es kopi Vietnam dan koktail disajikan di atas meja nomor 54.

“Selama waktu itu kegiatan menoleh dan membuka tas,” kata Nuh di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kegiatan membuka tas dengan kedua tangan itu berlangsung hingga pukul 16.30.24.

“Kemudian meletakkan sesuatu di atas mejanya,” ucap Nuh.

Seperti diketahui, korban Wayan Mirna Salihin tiba-tiba jatuh pingsan dan meninggal setelah minum kopi vietnam yang dipesan oleh Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu (6/1/2016).
(Samsul Arifin)

One comment

  1. ahmad bambang

    Tidak ada yg bisa lari dari sebuah kebenaran,karna sejatinya barang busuk disembunyikan di manapun pasti akan kecium juga

x

Check Also

Ansor Angkat Bicara Terkait Pemimpin Non Muslim

Ansor Angkat Bicara Terkait Pemimpin Non Muslim

Jakarta – Yaqut Cholil Coumas, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, memberikan klarifikasi polemik terkait hasil ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis