Home > Ragam Berita > Nasional > Anggota DPR Anggap Harga Rokok Rp 50 Ribu Tak Rasional

Anggota DPR Anggap Harga Rokok Rp 50 Ribu Tak Rasional

Jakarta – Wacara kenaikan harga jual rokok sebesar Rp 50 ribu per bungkus digulirkan oleh Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia (UI). Beberapa kalangan pun menyebut jika wacana ini sangatlah tidak rasional.

Anggota DPR Anggap Harga Rokok Rp 50 Ribu Tak Rasional

“Kasih tahu mereka, semua orang ingin sehat. Tapi, siapa yang melarang hak asasi seseorang? Kalau kita bicara kesehatan, kenapa dia enggak menggalang survei masalah asap mobil,” kata Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo ketika dihubungi awak media, Rabu (10/9/2016).

Firman menambahkan, wacana itu sangat berpengaruh kepada keberlangsungan industri, ekonomi rakyat, dan pendapatan negara. Karenanya, pusat kajian dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) manapun tidak berhak mengatur harga rokok.

“Saya yakin, tidak ada pemimpin manapun yang ingin mematikan industri dalam negerinya. Dan tidak ada pemimpin manapun yang ingin rakyatnya kelaparan,” ucap Firman.

Firman bahkan berani menantang pusat kajian dan LSM bertemu langsung petani tembakau. “Apakah mereka sanggup menanggung risiko atau dampak jika harga rokok naik?” tanyanya.

Pasalnya, Firman telah berulang kali mengajak LSM penentang rokok bertemu langsung petani tembakau. Namun, ajakan tersebut tidak pernah direspons.

“Pemerintah tidak perlu mendengarkan LSM, karena LSM bukan siapa-siapa. LSM itu bekerja untuk siapa? Kalau sekarang industrinya mati, petaninya mati, siapa yang akan susah? Pemerintah yang susah,” kata dia.

“DPR membuat regulasi itu untuk memberikan rasa keadilan. Regulasi tidak boleh diskriminatif dan yang membuat regulasi pun tidak bisa atas tekanan orang lain. DPR buat undang-undang juga kan langsung disosialisasikan dan DPR juga langsung terjun ke masyarakat,” tutup Firman.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany melakukan survei untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang kenaikkan harga maupun konsumsi rokok. Survei dilakukan kepada 1.000 orang pada Desember 2015 hingga Januari 2016.(Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Bertemu CEO Buka Lapak, Sandiaga Uno Lemparkan Pujian

Bertemu CEO Buka Lapak, Sandiaga Uno Lemparkan Pujian

Jakarta – Achmad Zaky selaku CEO Bukalapak menyebut jika wakil gubernur terpilih DKI Sandiaga Uno ...